Banda Aceh (ANTARA) - Yayasan Dobri Narod Indonesia menyalurkan seragam sekolah untuk pelajar yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kampung Sekumur Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang.
Pendiri Yayasan Dobri Narod Indonesia Grevilma Kurniati Pertiwi di Aceh Tamiang, Rabu, mengatakan bantuan seragam sekolah disalurkan kepada 200 murid sekolah dasar dan siswa sekolah menengah pertama.
"Seragam yang diberikan berupa pakaian sekolah baik untuk laki-laki dan perempuan. Seragam langsung disalurkan agar anak-anak dapat kembali bersekolah dengan perlengkapan yang layak," katanya.
Baca juga: Pemkab Aceh Tamiang perpanjang status tanggap darurat bencana selama tujuh hari
Menurut dia, sektor pendidikan menjadi fokus utama pemulihan karena menyangkut masa depan anak-anak. Pihaknya, berharap bantuan seragam sekolah ini dapat menumbuhkan kembali semangat belajar siswa yang sempat terdampak akibat bencana.
"Anak-anak harus tetap bersekolah. Kami ingin anak-anak tetap memiliki harapan dan semangat. Pendidikan tidak boleh terhenti meskipun dalam kondisi sulit," katanya.
Selain seragam sekolah, Yayasan Dobri Narod Indonesia juga menyalurkan bantuan kompor dan peralatan masak untuk masyarakat terdampak banjir banding di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Selain di Kampung Sekumur, Yayasan Dobri Narod Indonesia bersama para donatur juga menyalurkan 100 paket sekolah kepada santri Pesantren Fazrunsalam di Kampung Menanggini, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
"Kami juga membersihkan 60 sumur milik warga yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih sekaligus menjaga kesehatan masyarakat pascabencana," kata Grevilma Kurniati Pertiwi.
Kampung Sekumur dan Kampung Menanggini merupakan daerah terdampak banjir parah. Sebanyak 280 rumah di Kampung Sekumur yang menjadi tempat bernaung 1.234 jiwa penduduk kini hilang terbawa arus.
Di kampung tersebut hanya tersisa reruntuhan kayu dan balok besar menutupi sebagian besar lahan, membuat desa tampak kosong dan hancur. Banyak warga Kampung Sekumur masih berada di tenda pengungsian.
"Hingga memasuki bulan ketiga pascabencana, kondisi Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Banyak desa masih membutuhkan bantuan berkelanjutan, terutama hunian sementara, sumur bor, gergaji, peralatan masak, dan lainnya," kata Grevilma Kurniati Pertiwi.
Baca juga: 209 desa di Aceh Tamiang terima sapi meugang Presiden
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026