Banda Aceh (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman menyatakan bahwa program iftar Ramadhan sebanyak 2.000 paket per hari bantuan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sangat membantu mahasiswa yang terdampak bencana.

"Bantuan kali ini khususnya untuk iftar berbuka puasa, ini sangat berdampak,  memberi pengaruh besar terhadap kalangan mahasiswa kita yang terdampak bencana banjir di Aceh," kata Prof Mujiburrahman, di Banda Aceh, Kamis.

Prof Mujiburrahman mengatakan, mahasiswa UIN Ar-Raniry yang terdampak bencana sekitar 3.500 orang. Sehingga, dengan adanya program iftar tersebut, bisa membantu mereka mendapatkan makanan berbuka selama Ramadhan.

"Bahkan, dengan adanya paket Ramadhan ini, mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK), mahasiswa UBBG, STIT Pante Kulu atau kampus di sekitar Darussalam (dekat UIN) bisa berbuka puasa di sini," ujarnya.


Baca juga: Rumah Zakat Aceh distribusi seribu paket iftar untuk warga Palestina

Untuk diketahui, UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali mendapatkan bantuan program Ramadhan dari Pemerintah UEA melalui Zayed For Good Foundation, bekerja sama dengan Mohamed Bin Zayed University for Humanities serta didukung Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Khusus pada program iftar Ramadhan ini, UIN Ar-Raniry mendapatkan bantuan UEA sebanyak 2.000 paket buka puasa per hari dan berikan selama 30 hari penuh di Auditorium Ali  Hasjmy kampus setempat. Tak hanya mahasiswa, masyarakat umum juga dibolehkan berbuka di sana.
 
Selain iftar, melalui UIN Ar-Raniry, pemerintah UEA juga membantu 1.600  paket daging tradisi meugang Aceh serta 400 sembako untuk masyarakat kurang mampu di sekitar kampus.

Prof Mujiburrahman bersyukur atas bantuan pemerintah UEA yang telah berlangsung selama tiga kali bulan suci Ramadhan terakhir, karena benar-benar sangat membantu mahasiswa dan masyarakat.

"Alhamdulillah pada tahun ini kita kembali mendapat bantuan untuk program Ramadhan seperti tahun 2024-2025 yang lalu," ujarnya.

Tak hanya itu saja, lanjut Prof Mujiburrahman, tahun ini pemerintah UEA juga mendatangkan imam untuk shalat tarawih baik di masjid Fathun Qarib kampus UIN Ar-Raniry maupun Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

"Di Masjid Raya Baiturrahman itu selama empat malam. Di Masjid Fathun Qarib juga mungkin berganti-gantian. Jadi ini juga merupakan bantuan dari pemerintah Uni Emirat Arab," katanya.

Dalam kesempatan ini, Prof Mujiburrahman mengucapkan terima kasih kepada pemerintah UEA, dan khususnya Zayed For Good Foundation serta Mohamed Bin Zayed University for Humanities yang terus memberikan bantuan kepada masyarakat Aceh.

"Kita berharap siapa saja masyarakat yang kebetulan tidak ada tempat untuk berbuka puasa, silahkan bersama-sama berbuka di UIN Ar-Raniry," demikian Prof Mujiburrahman.

Baca juga: ACT Aceh tebar kebaikan lewat iftar bagi mereka kurang mampu



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026