Banda Aceh (ANTARA) - Realisasi atau serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 hingga akhir April mencapai 23,3 persen atau Rp2,7 triliun dari total pagu Rp11,6 triliun, melampaui target ditetapkan 21,40 persen, dengan deviasi positif +1,87 persen.
"Data ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah berjalan relatif lebih cepat dari rencana pada empat bulan pertama tahun anggaran," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Teuku Kamaruzzaman atau Ampon Man, di Banda Aceh, Jumat.
Ia menyampaikan, pemerintah Aceh kini menargetkan realisasi keuangan pada akhir Mei 2026 mencapai 29,28 persen, hal itu dengan seiring percepatan pelaksanaan kegiatan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
Ampon merincikan, berdasarkan rincian per SKPA, terdapat sejumlah instansi yang mencatat deviasi positif signifikan atau melebihi dari target yang ditetapkan.
Baca: Wagub: JKA tetap berjalan, penyesuaian prioritaskan rakyat miskin
Diantaranya, Badan Kepegawaian Aceh (BKA) dengan deviasi +15,81 persen, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) +10,66 persen, serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Ro Kesra) +10,43 persen.
"Selain itu, Dinas Pendidikan Aceh dan sejumlah SKPA lain juga menunjukkan capaian di atas target yang telah ditetapkan," ujarnya.
Namun, kata dia, juga masih terdapat beberapa SKPA yang realisasinya rendah berada di bawah target. Kondisi ini menjadi perhatian untuk dilakukan percepatan pelaksanaan kegiatan pada bulan-bulan berikutnya.
Secara umum, kinerja realisasi APBA hingga April 2026 tersebut telah mencerminkan tren positif, meskipun masih terdapat ketimpangan capaian antar SKPA.
"Pemerintah Aceh terus mendorong optimalisasi penyerapan anggaran guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana," demikian Ampon Man.
Baca: Pemprov tekankan pejabat baru fokus selesaikan tiga masalah utama Aceh
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026