Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan terus mendorong Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) menggali potensi daerah dari tingkat desa, guna kemandirian badan usaha yang berkelanjutan.

Bupati Aceh Selatan Mirwan di Aceh Selatan, Selasa, mengatakan banyak potensi usaha yang dikembangkan BUMG, di antaranya memanfaatkan sumber daya alam yang ada di desa masing-masing.

"Kami terus mendorong bada usaha milik gampong atau desa mengembangkan potensi atau peluang yang ada di tempat masing-masing. Pengembangan potensi ini bisa meningkatkan kemandirian badan usaha milik desa tersebut," katanya.

Bupati mencontoh pengembangan potensi usaha budi daya lebah madu trigona atau kelulut yang dilakukan BUMG di Gampong Madat, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. 

Pengembangan usaha budi daya tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di desa setempat, terutama bagi generasi muda. Budi daya lebah madu tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Ini adalah BUMG yang patut dicontoh, mengembangkan potensi usaha dari sumber daya alam. Madu trigona memiliki nilai ekonomi tinggi serta berkhasiat untuk kesehatan," kata Bupati Aceh Selatan.

Menurut Mirwan, budi daya lebah madu trigona tersebut juga ramah lingkungan. Pemerintah daerah mendorong BUMG lainnya mengembangkan budi daya lebah madu trigona, sehingga menjadi produk unggulan Kabupaten Aceh Selatan.

Bupati mengatakan pengembangan budi daya lebah madu trigona tersebut dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan dan mampu membuka peluang usaha produk turunan bagi masyarakat.

"Pemerintah daerah menginginkan produk madu trigona ini tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga dapat menembus pasal nasional, dan bahkan ekspor. Budi daya lebah madu ini bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang potensial," kata Mirwan.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026