Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) memberikan pembekalan penguasaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap guru sekolah dasar (SD) sebagai upaya meningkatkan SDM pengajar di kota setempat.

"Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kota," kata Wali Kota Banda Aceh, IIliza Sa'aduddin Djamal, di Banda Aceh, Rabu.

Pembekalan lewat program "AI Goes To School" yang didukung oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) ini diikuti 65 guru dari enam SD di Kota Banda Aceh, kegiatan tersebut terus berlanjut untuk guru-guru lainnya di ibu kota provinsi Aceh itu.

Baca juga: Kecerdasan buatan dan hak cipta, tantangan baru untuk musik Indonesia

Illiza mengatakan, transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Maka, dunia pendidikan juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan. 

Namun, harus dipastikan bahwa pemanfaatan teknologi ini tetap dibarengi dengan literasi digital yang baik, etika, serta kemampuan berpikir kritis, agar generasi muda kita tidak mudah terpapar hoaks dan disinformasi.

IIliza menegaskan, pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program, seperti penguatan literasi digital di sekolah, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, serta peningkatan kapasitas guru agar mampu mengikuti perkembangan zaman. 

"Program ini juga sangat sejalan dengan visi “Banda Aceh Kota Kolaborasi” dalam RPJM 2025–2029, khususnya misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat dunia pendidikan dan menyiapkan generasi muda menghadapi era digital,"  ujarnya.

Sejalan dengan itu, lanjut dia, Pemko Banda Aceh juga telah menginisiasi program Banda Aceh Academy, sebuah platform pembelajaran digital yang menyediakan materi edukasi, pelatihan, serta ruang kolaborasi daring bagi pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik.

"Banda Aceh Academy sebagai komitmen kita dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kompetensi guru, dan menyiapkan generasi muda unggul," katanya.

Illiza menambahkan, peran guru sangat penting dalam membimbing generasi muda agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam menggunakan teknologi. 


Baca juga: UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan Komdigi wujudkan kampus kelas dunia

Melalui pelatihan ini, dirinya berharap para guru dapat menjadi agen perubahan, yang mampu mentransfer pengetahuan tentang AI sekaligus menanamkan nilai-nilai kritis, etis, dan bertanggung jawab kepada para siswa. 

"Mari bersama-sama kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, berdaya saing, sekaligus tetap berakar pada nilai keislaman dan budaya kita," demikian IIliza Sa'aduddin Djamal.

Sebagai informasi, kegiatan “AI Goes to School” ini membekali para guru dengan keterampilan AI modern yang nantinya akan menguji langsung efektivitas modul pembelajaran kecerdasan buatan dan penggunaan learning management system (LMS). 

Para guru tidak hanya diperkenalkan dengan teori, tetapi juga dilatih melalui simulasi praktik, uji coba implementasi, serta sesi evaluasi yang akan menghasilkan rekomendasi nyata bagi pengembangan pembelajaran berbasis AI di Indonesia.

Baca juga: Telkom dan IndigoSpace edukasi kesiapan pelajar hadapi dunia kerja era AI



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026