Simeulue (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue menyatakan produksi garam dihasilkan pelaku usaha di kabupaten kepulauan di Provinsi Aceh itu mencapai enam ton per bulan.

Kepala DKP Kabupaten Simeulue Supriman Juliansyah di Simeulue, mengatakan pelaku usaha yang memproduksi garam di Kabupaten Simeulue baru satu. Usaha ini dilakukan Zulfikar di Desa Kota Batu, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

"Informasi dari pelaku usaha tersebut, setiap bulannya bisa menghasilkan enam ton garam basah. Kami juga mendorong lahirnya pelaku usaha garam, sehingga Kabupaten Simeulue bisa menjadi sentra produksi garam," katanya.

Menurut Supriman, saat ini garam yang diproduksi di Kabupaten Simeulue masih dalam bentuk garam basah atau garam yang hanya digunakan untuk asinan ikan dan teripang. 

Sedangkan garam untuk konsumsi belum ada yang diproduksi di Kabupaten Simeulue. Garam untuk konsumsi masyarakat harus didatangkan dari daratan Pulau Sumatra.

Baca: Merawat tradisi Aceh, wujudkan swasembada garam

"Pemerintah daerah berusaha mengembangkan produksi garam konsumsi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak perlu lagi didatangkan dari luar daerah," katanya.

Supriman Juliansyah mengatakan Kabupaten Simeulue memiliki potensi pengembangan garam. Sebab, Kabupaten Simeulue dikelilingi lautan karena berada di Samudra Hindia

"Dengan potensi tersebut, Kabupaten Simeulue bisa menjadi produsen garam di Provinsi Aceh bahkan Indonesia. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat tertarik berusaha memproduksi garam," katanya.

Zulfikar, pelaku usaha garam di Kabupaten Simeulue, mengatakan usaha garamnya dirintisnya sejak 2018. Saat ini, garam yang diproduksinya mencapai enam ton per bulan.

"Kami juga berupaya meningkatkan produksi seiring dibangunnya sarana pendukung. Namun, karena keterbatasan modal, pengembangan usaha sesuai dengan kemampuan yang ada. Produksi garam setiap bulan mencapai enam ton garam," kata Zulfikar.

Baca: Produksi garam di Aceh capai 9,44 juta kilogram



Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026