Banda Aceh (ANTARA) - Asosiasi Provinsi PSSI Aceh menegaskan setiap klub yang mengikuti berbagai turnamen sepak bola di provinsi ujung barat Indonesia tersebut wajib ditangani pelatih berlisensi, minimal memegang lisensi D.

Sekretaris Umum Asosiasi Provinsi PSSI Aceh Nazaruddin di Banda Aceh, Selasa, mengatakan tujuan mewajibkan peserta turnamen sepak bola dengan pelatih berlisensi untuk meningkatkan kualitas pertandingan.

"Kami menegaskan setiap klub yang ambil bagian pada turnamen sepak bola yang digelar di Provinsi Aceh diwajibkan dilatih dengan pelatih kepala sekurang-kurangnya bersertifikat atau Lisensi D PSSI," kata Nazaruddin.

Selain pelatih berlisensi, kata dia, Asosiasi Provinsi PSSI Aceh juga mengharuskan klub yang mengikuti turnamen sepak bola memainkan minimal seorang pemain muda seperti kelahiran 2007 hingga 2010.

Menurut Nazaruddin, aturan tersebut tertuang dalam surat PSSI Aceh yang berlaku mulai 2026. Aturan tersebut sebagai wadah pembinaan pemain yang dilatih pelatih bersertifikat PSSI, sehingga lahir pemain sepak bola berkualitas yang siap bertanding di berbagai turnamen.

"Ini upaya PSSI Aceh meningkatkan kualitas pemain muda, jam terbang dan mental bertanding. Sekaligus wadah dan jenjang pembinaan atlet sepak bola Aceh melalui turnamen maupun kompetisi secara berjenjang," katanya.

Nazaruddin mengajak semua penyelenggara turnamen menaati aturan tersebut demi memajukan sepak bola di Provinsi Aceh. Serta menghadirkan pertandingan di setiap turnamen yang lebih berkualitas.

"Dan ini berlaku untuk setiap turnamen, baik yang digelar PSSI kabupaten kota, pemerintah daerah maupun kelompok masyarakat seperti turnamen antarkampung atau tarkam," kata Nazaruddin.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026