Singkil (ANTARA Aceh) - Masyarakat Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, kembali mengeluhkan pasokan elpiji 3 kilogram (melon) yang sering kehabisan dan selalu berebut di pangkalan.

Seorang pembeli, Fitria kepada wartawan di Singkil, Kamis mengungkapkan, bia di pangkalan kosong terpaksa mereka membeli ke pedagang eceran yang harganya melambung hingga Rp40 ribu per tabung.

Disebutkan, harga elpiji bersubsidi 3 kilogram seyogyanya disalurkan untuk membantu rakyat kecil (miskin) namun tingginya harga hingga mencapai dua kali lipat terkesan menyengsarakan rakyat.

"Seharusnya harga jual gas melon tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp19.500 - Rp23.000 di Kabupaten Aceh Singkil, tapi dijual juga Rp40 ribu oleh pedagang eceran, pangkalan resmi harus bertanggung jawab, karena sembarangan menjual gas kepada oknum pengecer," ujarnya.

Padahal pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) sudah pernah melakukan operasi pasar penertiban distribusi gas 3 Kg terhadap pangkalan - pangkalan yang resmi untuk tidak memperjual belikan kepada pedagang pengecer beberapa bulan yang lalu.

Harga gas melon seharusnya hanya untuk masyarakat miskin, tapi masih saja yang menjadi permasalahan setiap pasokan itu masuk, para pembeli yang notabene ibu-ibu rela berdesak - desakan hanya untuk membeli gas melon di salah satu pangkalan.

Saat gas elpiji masuk pangkalan, para pedagang pengecer berebut mengambil jatah sedikitnya 5 sampai 10 tabung perorang. Lantas mereka menjual dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp40 ribu.

Sementara pemakai kebutuhan rumah tangga yang hanya butuh 1 tabung tidak lagi kebagian, katanya.

Sejumlah pangkalan resmi di Aceh Singkil juga saat dikonfirmasi wartawan mengaku, saat ini suplai epiji 3 Kg hanya melalui agen tunggal PT Risqi Bersaudara Gas untuk 19 pangkalan resmi di Aceh Singkil.

Seharusnya jatah 400 tabung, namun sekarang menjadi 100 dan 90 tabung. Begitu juga pangkalan resmi lain, jatah seharusnya 75 tabung sekarang tinggal 50 tabung.

Sementara sisa jatah pangkalan resmi itu diduga dijual kepada pedagang eceran tanpa izin oleh agen, kata warga.

Masyarakat berharap Pemkab Aceh Singkil menertibkan kembali pendistribusi gas 3 Kg, agar benar-benar bisa tepat sasaran, dan merata sesuai kebutuhan masyarakat, tapi saat ini spekulan pedagang melonjak drastis.

Sebelumnya Kementerian ESDM mengaku telah melakukan pengecekan ke pangkalan elpiji bersubsidi di Kabupaten Singkil, Provinsi Aceh untuk memastikan harga bahan bakar tersebut sesuai dengan HET.




Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026