Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Akibat dikepung banjir , warga Kecamatan Matang Kuli dan sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, memilih mengungsi ke menasah (balai pusat desa) yang dibantu aparat kepolisian setempat.

Berdasarkan laporan dari Polres Aceh Utara, Sabtu menyebutkan, bahwa ada warga Kecamatan Matang Kuli yang sudah mulai mengungsi ke meunasah karena terdampak dari banjir yang telah terjadi sejak jumat malam, diantara desa yang warganya sudah mengungsi antara lain, Gampong Tumpok Barat sebanyak tiga KK dan Gampong Lawang sebanyak lima KK.

"Untuk kali ini air luapan termasuk lebih parah dari biasanya serta untuk saat sekarang ini air sedang naik. Warga sudah mulai mengungsikan hewan ternaknya ke tempat yang lebih tinggi. Begitu juga dengan transportasi roda 2 dan roda 4 terputus sehingga warga harus berjalan kaki untuk melewati luapan air," ungkap Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasubag Humas AKP M Jafaruddin.

Bahkan, saat pihaknya membantu mengevakuasi warga korban banjir, ada seorang ibu rumah tangga yang hendak melahirkan atas nama Mairina (26), sehingga harus dibawa ke rumah saudaranya.

Sebut AKP Jafaruddin, pihaknya terus memantau kondisi terkini masalah banjir di Matang Kuli dan daerah lain sekitarnya. terutama sejumlah desa yang terendam air di kecamatan tersebut. Karena menurut analisis di lapangan, ketinggian air terus bertambah. Begitu juga dengan warga yang mengungsi juga bakal bertambah.

Di wilayah Kecamatan Matang Kuli, menurut informasi warga M. Ilyas, belasan desa terendam air di kawasan tersebut. Diantara desa yang terendam itu antara lain, Desa Hagu, Alue Thoe, Lawang, Tumpok Barat, Mee, Alue Euntok, Ceubrek Pirak, Tanjong Haji Muda, Meuria, Siren, Meunye Pirak dan Desa Pante Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. 



Pewarta: Mukhlis
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026