Langsa (Antaranews Aceh) - Mentari baru saja muncul di ufuk timur. Sepoi angin berhembus perlahan, seiring kicau burung bercampur gemuruh bising knalpot kenderaan bermotor yang wara-wiri melintas di seputaran jalan Jenderal Ahmad Yani-jalan protokol Kota Langsa, Provinsi Aceh, Minggu (28/1) pagi.

Sekolompok orang tampak berkumpul tepat di belakang tribun utama Lapangan Merdeka. Pakaian mereka sporty, lengkap dengan helm di kepala dan aksesoris kacamata hitam sebagai pelengkap tampilan. Satu persatu berdatangan, hingga berjumlah puluhan orang.

Ya, mereka adalah kumpulan kelompok pecinta bersepada atau acap disebut goweser yang siap mengayuh pedal sepedanya menjajal sejumlah track, mulai jalan beraspal hingga menyusur jalanan tanah berbatu. Terkadang mendaki atau turunan curam pun dilalui.

Komunitas ini terdiri dari berbagai latar belakang profesi; pegawai negeri sipil, karyawan BUMN, dosen, pengusaha muda, polisi, rakyat jelata, bahkan Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar juga tampak larut menikmati olahraga bersepada tersebut.

Pedal dikayuh mulai dari halaman Wisma Cafe yang dijadikan titik kumpul, terus menyusur perkampungan warga hingga tiba di lokasi perkemahan Swimbat di Kecamatan Langsa Baro. Belum berhenti di situ, goweser terus melaju menyisir jalanan yang masih panjang.

Cucuran peluh mengucur dari setiap peserta gowes. Sebagai relaksasi, alunan musik dari audio handpone yang tersambung dengan headset, memanjakan telingga masing-masing goweser sembari menikmati segarnya udara pagi dan panorama yang tersuguh sepanjang rute.

Enjotan pedal terus memutar laju ban. Jalanan beraspal telah usai terlewati. Kini, tanah kuning berbatu, menjadi rute menantang berikutnya. Sepanjang rute, perkebunan sawit yang menjadi pemandangan awal berubah dengan kebun karet  berjejer di lintasan ini.

Ternyata, satu jam perjalanan terlewati. Goweser telah memasuki perbatasan antara Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Timur, di kawasan perkebunan milik PT Arco di Desa Alue Bukoh Kecamatan Birem Bayeun.

Kawasan ini berbukit. Goweser dipacu adrenalinnya ketika menjajal turunan curam. Para  lelaki muda, tampak masih begitu prima. Berbeda dengan sebagaian goweser yang telah “berkepala empat” ke atas. Mereka tampak lelah, botol air mineral yang berada di sepedanya berulang kali diteguk, akibat haus yang mendera.


Tiba disuatu tempat yang teduh. Puluhan goweser berinisiatif rehat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju titik finish di Lapangan Merdeka yang juga titik awal berkumpul.

Disela beristirahat, seorang peserta gowes, Rahmad Hidayat menuturkan, kegiatan bersepeda acap dilakukan disaat libur akhir pekan. Sabtu-Minggu merupakan hari yang biasa digunakan untuk mengayuh pedal mengeluarkan keringat dan sebagai rileksasi setelah bergelut dengan rutinitas sehari-hari.

"Kita ini dari berbagai komunitas. Tidak janjian, tapi biasanya sering kumpul di depan Wisma Cafe sebagai titik start. Kali ini juga ada Pak Dandim, beliau acap turut bergowes bila tidak sedang bertugas di luar daerah," sebut Wakil Ketua DPD II KNPI Kota Langsa itu.

Diungkapnya, kegiatan gowes tidak sekedar mengayuh pedal sepeda hingga melaju ke tempat tujuan. Melainkan, sebuah olah raga yang menyehatkan badan dan jiwa. Interaksi sosial terjadi, tidak ada penyekat strata sosial antara si kaya dan miskin atau berpangkat tinggi dan jelata.

"Gowes bukan sekedar mengayuh pedal. Lebih dari itu menyehatkan, hilang stres yang mendera karena rutinitas sehari-hari. Silaturahmi terjalin, semakin kompak dengan sesama yang latar belakang profesi berbeda-beda tapi tetap satu tujuan yakni bergowes ria," ujar mantan Ketua GP Anshor Kota Langsa tersebut.

Soal track yang dilalui, dia mengaku sering berubah disesuaikan dengan kesepakatan rekan sesama goweser. Namun, sebisa mungkin mereka menyusur rute yang bersensasi Uphill-jalanan menjanjak di perbukitan-maupun downphill-jalanan menurun-sehingga membuat suasana seru.

Goweser lainnya, Yudi Ferdiansyah Putra menuturkan, geliat gowes mulai tahun 2016 di Kota Langsa. Meski sebelumnya sudah ada sejumlah komunitas sepeda, tapi belum begitu marak. Sehingga, dua tahun lalu kegiatan gowes semakin familiar di tengah masyarakat disamping olah raga lainnya.

Para goweser, kata dia, tidak hanya sebatas kesamaan kesukaan akan olah raga bersepada. Lebih dari itu, memiliki jiwa sosial yang tinggi, membentuk komunitas pertemanan dan wahana saling bertukar informasi terkait aksesoris sepeda serta pemecahan masalah yang dihadapi.

"Gowes ini asyik. Kumpul bareng walau dari satu komunitas. Bisa bertukar informasi dan terkadang ajang berkenalan hingga karib dengan sejumlah petinggi daerah. Biasa ada pak Kapolres juga, Sekda pernah sama, kalau pak Dandim sering kali," urai mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Langsa ini.

Usai berbincang dan lelah yang mendera telah hilang. Goweser memutuskan melanjutkan perjalanan pulang. Rute yang dijajal adalah menyusur Desa Kebun Ireng, terus ke Meurandeh dan berakhir di Lapangan Merdeka Kota Langsa.


Sebagai informasi, goweser Kota Langsa acap melakukan bakti sosial seperti turut serta pada gotong royong yang dilaksanakan pemerintah daerah. Menyalurkan bantuan kepada kaum dhuafa hingga menjeguk rekan sesama goweser yang tertimpa musibah, baik sakit maupun lainnya.

Dipenghujung desember 2017 misalnya, komunitas sepada MTB Bicykle Cakra Community (BBC) Langsa menyalurkan bantuan sejumlah uang dan bingkisan kepada Akmal, bocah berusia 4 tahun, penderita tuna daksa di pedalaman Kabupaten Aceh Timur.

Selain itu, sejumlah even juga terselenggara di Kota Langsa. Seperti gowes bareng bersama BNN Kota Langsa pada 16 Juli 2017, dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

Kemudian, dalam rangka menyambut Kontingen Gowes Pesona Nusantara Tahun 2017 yang sudah menginjakkan kakinya di Kota Langsa, prajurit Kodim 0104/Aceh Timur bersama masyarakat Kota Langsa mengikuti Gowes Massal yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Jumat (19/5/17) pagi.

Tidak hanya dari pihak TNI yang ikut menyemarakkan kegiatan Pesona Nusantara tersebut, namun anggota Polri, unsur Musyawarah Pimpinan Kota (Muspika) dan komunitas sepeda Kota Langsa pun datang guna meramaikan suasana.

Turut hadir Komandan Kodim 0104/Atim Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, Kasdim Mayor Inf Luthfi Hadi, SH, Kapolres Kota Langsa AKBP H. Iskandar ZA, SIK dan Wali Kota Langsa Usman Abdullah, SE.

Lain dari itu, Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Langsa juga mengagendakan Langsa Adventure Bike pada setiap tahunnya, sebagai upaya memasyarakatkan olah raga dan menyahut antusiasme warga dalam berolahraga sepada.


Pewarta: Putra Zulfirman
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026