Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Anwar Daud di Blangpidie, Senin mengatakan, makanan tambahan seperti susu dan roti biskuit yang diberikan kepada seluruh bayi, ibu hamil, dan balita itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK).
"Setiap tahun Pemkab Abdya melalui APBK selalu menganggarkan untuk kebutuhan makanan tambahan bayi, balita dan ibu hamil agar anak-anak menjadi sehat," ungkapnya.
Selain makanan bergizi tambahan, lanjut dia, petugas Dinkes Abdya tiap bulan juga melakukan penyuluhan terhadap seluruh ibu hamil dan ibu-ibu yang sedang menyusui di seluruh pelosok pedesaan.
"Penyuluhan dan pemberian makanan bergizi ini dilakukan setiap bulan. Petugas kesehatan rutin mendatangi rumah-rumah warga secara langsung di desa-desa. Mereka mengajak ibu menyusui dan ibu hamil untuk kosumsi makanan bergizi seimbang," ujarnya.
Ia berkata, program penyuluhan dan pemberian makanan bergizi tambahan gratis untuk bayi, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil tersebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan masih bertahan hingga sekarang.
"Alhamudillah di Kabupaten Abdya ini tidak ada kasus balita gizi buruk. Itu semua berkat kerja keras petugas kesehatan yang selalu aktif mengongrol hingga ke seluruh pelosok pedesaan," tuturnya.
Apalagi, lanjut dia, pada tahun 2018, Pemerintah tingkat pusat juga telah menganggarkan dana untuk pencegahaan terjadinya balita gizi buruk melalui sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
Pewarta: SuprianEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.