"Kami meminta Pemerintah Kota Banda Aceh mengoptimalkan keberadaan pasar-pasar tradisional, sehingga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD," pinta Aiyub Bukhari di Banda Aceh, Senin.
Ketua komisi membidangi perekonomian di DPRK Banda Aceh itu menyebutkan, ada sejumlah pasar milik Pemerintah Kota Banda Aceh belum digarap secara optimal.
Beberapa di antaranya terlihat kosong dan sepi pedagang dan pembeli seperti Pasar Batoh. Begitu juga Pasar Peunayong, bangunan pasar tidak digunakan karena pedagang memilih berjualan di pinggir jalan.
Melihat kondisi tersebut, lanjut Aiyub Bukhari, diperlukan upaya pemerintah kota agar keberadaan bangunan pasar tersebut benar-benar menjadi pusat aktivitas perdagangan antara pedagang dan masyarakat.
Jika kondisi seperti ini dibiarkan, yang rugi tentu pemerintah kota. Sebab, anggaran yang dikeluarkan membangun pasar mencapai miliaran rupiah. Namun, tidak dimanfaatkan secara maksimal," ungkap dia.
Selain itu, politisi Partai Demokrat ini juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh menginventarisasi kembali kondisi bangunan pasar. Sebab, hasil pantauan Komisi B DPRK Banda Aceh, ada beberapa pasar membutuhkan perbaikan.
"Seperti kamar kecilnya rusak, saluran air pembuangannya yang tersumbat, serta lainnya. Bila kondisi seperti ini dibiarkan, tentu membuat masyarakat enggan berbelanja di pasar tersebut. Hingga akhirnya yang rugi pedagang juga," kata Aiyub Bukhari
Pewarta: M.Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.