Lhoksukon (Antaranews Aceh) - Polres Aceh Utara masih menyelidiki motif kematian seorang warga Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, yang sebelumnya sempat hilang selama 14 hari menghilang.

Kapolres Aceh Utara AKPB Ian Rizkyan Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Pol Rezki Kholiddinsyah, Jumat (8/6) malam mengatakan, bahwa sesosok mayat yang ditemukan membusuk tergantung dengan sehelai kain sarung pada sebatang pohon di tepi sungai yang terletak di Gampong Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon, bernama Ayub (35).

Penemuan Mayat yang sudah membusuk dan sudah beberapa hari menghilang itu, pertama kali diketahui oleh salah seorang warga yang bernama Usman (50) warga desa setempat.

"Saksi awalnya melihat seekor biawak besar sedang memakan seonggok daging yang sudah membusuk, saksi juga mencium bau busuk yang kemudian menelusuri asal bau hingga menemukan mayat yang dimaksud, lalu melaporkan hal tersebut kepada kepala desa," ungkap Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Iptu Rezki mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh pihaknya, terakhir kali korban diketahui mencoba melakukan bunuh diri dengan cara menenggelamkan dirinya ke sungai pada Jumat (25/5) lalu.

Setelah kejadian tersebut korban tidak terlihat lagi. Bahkan, pihak BPBD Aceh Utara, melakukan upaya pencarian terhadap korban akan tetapi tidak berhasil menemukannya hingga akhirnya ditemukan telah menjadi mayat di kebun warga.

"Korban telah dibawa kerumah duka, pihak keluarga juga menolak dilakukan visum. Berdasarkan keterangan, semasa hidupnya korban pernah melakukan Dua kali upaya bunuh diri saat menjadi narapidana di Lapas Lhoksukon, karena depresi berat semenjak korban melakukan penganiayaan terhadap istrinya," ujar Iptu Rezki.

Pewarta: Mukhlis
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026