Korban ditemukan setelah 25 jam dilakukan pencarian pasca tenggelam, Minggu (12/8) sekitar pukul 16:00 Wib. Sebagaimana diketahui, korban tenggelam saat menolong temannya yang jatuh akibat terpeleset dari rakit usai mencuci pakaian.
Sejak dilaporkan tenggelam, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam melakukan pencarian melibatkan Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Tim SAR, TNI/Polri dan nelayan setempat.
Selain menurunkan empat penyelam, petugas juga mengerahkan empat unit speedboat ke lokasi untuk melakukan pencarian sejak Minggu (13/8) sekira pukul 17.00 WIB.
"Siang malam dilakukan pencarian akhirnya korban kota temukan sekitar 1 kilometer ke arah hilir dalam posisi mengapung berdekatan dengan semak-semak di tepi sungai," kata Kepala BPBD Aceh Timur Syahrizal Fauzi, Selasa pagi.
Setelah dinaikkan ke darat, pihak keluarga menolak untuk divisum, sehingga korban langsung dibawa ke rumah duka di desa setempat.
"Hasil pengamatan tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban dan kita menduga korban tenggelam akibat jatuh ke sungai dan tidak bisa berenang," tambah Syahrizal.
Oleh karenanya, diimbau orangtua/wali untuk melarang anaknya tidak bermain-main dipinggir sungai apalagi menaiki rakit yang tidak bisa dikendalikan secara sempurna.
"Lebih-lebih anak dibawah umur bermain di pinggir sungai, karena DAS Peureulak, sangat dalam dan airnya keruh, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi musibah tenggelamnya orang maka sulit dilakukan pencarian," tandas Syahrizal.
Pewarta: AhmadiEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.