Aceh Barat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan mengerahkan drone dan lampu tembak pada malam hari, sebagai upaya memudahkan pencarian terhadap Muhammad Harita Haziq (15), yang tenggelam di Pantai Wisata Suak Ribee Meulaboh.

“Kami masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal kepada wartawan, Selasa malam.

Seperti diketahui, korban Muhammad Harita Hazid merupakan seorang remaja asal Perumahan Komplek Army, Gampong/Desa Leuhan, yang tenggelam di Pantai Gampong Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Korban yang akrab disapa Arib tersebut terseret gelombang laut saat sedang mandi bersama delapan rekannya pada Senin (18/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Teuku Ronal mengatakan pihaknya menduga korban kemungkinan masih berada di dasar laut dan belum mengapung, meski korban dinyatakan tenggelam sudah melebihi 1 x 24 jam. 

Ia mengatakan, sangat sulit bagi tim gabungan untuk melakukan operasi dalam air mengingat gelombang yang cukup besar, dan arus air bawah laut yang sangat kuat.

Meskipun terhambat cuaca dan arus kuat, tim gabungan memastikan bahwa pencarian tidak dihentikan pada malam hari. Metode pencarian akan difokuskan pada penyisiran area darat di sepanjang pesisir pantai.

"Malam ini operasi tetap berlanjut dengan metode penyisiran pesisir pantai,” katanya.

Kegiatan operasi pada Selasa malam, didukung oleh peralatan Lighting Set (lampu pencahayaan) milik anggota Perbakin. Dengan begitu, visualisasi malam para petugas akan lebih maksimal dan efektif," katanya.

Dia menyatakan tim gabungan akan terus berikhtiar melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Ada pun unsur petugas gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian korban tenggelam tersebut, diantaranya tim Damkar dan Rescue BPBD Aceh Barat, Basarnas Pos Meulaboh, Satuan Polairud Polres Aceh Barat, TNI-Angkatan Laut, UKM-PK Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Tagana Dinas Sosial Aceh Barat, relawan dan masyarakat setempat.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026