Meulaboh (Antaranews Aceh) - Rasyidin (63), warga Desa Pasie Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, yang telah dimandikan dan dikafani, ternyata belum meninggal, meskipun akhirnya meninggal dunia.
     
"Kami heran juga, saat dibuka kain kafan ada darah segar masih mengalir dari bagian kepala. Beliau selama ini tinggal dengan keluarganya di Banda Aceh," kata Nuriyah, warga setempat yang ditemui di rumah duka, di Meulaboh, Jumat.
     
Kabar tersebut sontak membuat warga desa heboh yang sudah berkumpul di rumah duka sejak siang karena kondisi tubuh Rasyidin, yang sudah dibalut kain kafan tiba-tiba diketahui masih hidup.
     
Kabar meninggalnya Rasyidin sudah diumukan di Mesjid Desa Pasie Jambu, sehingga warga serta kerabat datang berkumpul di rumah duka menanti kedatangan jenazah, liang kubur pun sudah disiapkan.
     
Korban awalnya telah dikabarkan meninggal oleh keluarganya di Banda Aceh, Jumat (25/1/) pukul 06.00 WIB, setelah dimandikan dan dikafankan, jenazah dibawa ke Aceh Barat dengan mobil ambulance.
      
"Sampai di sini, kami sudah menunggu bersama di rumah duka pukul 15.30 WIB jenazah tiba. Kami membuka kain kafan di bagian wajah, setelah diperiksa ternyata badannya masih hangat dan ada denyut nadi," kata Nuni, keponakan Rasyidin.
     
Saat itu juga pihak keluarga menghubungi mobil ambulance untuk membawa Rasyidin yang merupakan pensiunan PNS itu ke Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk kemudian dirawat dan dipakaikan oxigen medis.
     
Tidak lama setelah perawatan di rumah sakit, atau sekira pukul 16.50 WIB korbanpun dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis rumah sakit, kondisi pendarahan di bagian kepala membuat nyawa korban tidak bisa tertolong.

 

Pewarta: Heru Dwi Suryatmojo
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026