"Untuk percepatan kemandirian, pembangunan infrastruktur di Kota Sabang berbasis pariwisata serta mengelola segala potensi yang ada demi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar industri itu sendiri," kata Wali Kota Sabang Nazaruddin di Sabang, Jumat.
Menurutnya, rencana kerja Pemerintah Kota Sabang sebagai penjabaran dari RPJM Kota Sabang dan memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun.
Maka dari itu kata Wali Kota Sabang, warga perlu dibekali pendidikan politik serta memiliki strategi dan inovasi kebijakan pembangunan yang tepat.
Kota Sabang mempunyai sumber daya dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) tidak dimiliki kota atau kabupaten lainnya di provinsi Aceh.
Oleh karena itu, sudah saatnya Pemerintah Kota Sabang bersama pihak terkait mengakselerasi pembangunan di kawasan strategis pariwisata nasional disingkat (KSPN) harus lebih cepat dibandingkan dengan daerah kabupaten/kota lainnya.
Sekretaris Bappeda Aceh, Fariana melaporkan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Aceh sangat tertinggal dari provinsi lain di Sumatera.
Provinsi paling barat Sumatera, memiliki potensi wilayah yang sangat baik, perkebunan yang subur, laut yang luas dan hasil alam yang melimpah, namun manajemen operasional pun berjalan lancar.
Pemerintah Kota Sabang pada, Kamis (21/3) telah melaksanakan Musrenbang RKPK dengan tema, "Melalui Musrenbang Kita Wujudkan Sinergitas dan Akselerasi Pembangunan Menuju Kota Sabang Yang Berdaya Saing".
Musrenbang SKPK se-Kota Sabang tersebut berlangsung sehari dan dihadiri unsur Forkopimda se-Aceh dan organisasi kemasyarakatan guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pewarta: Irman YusufEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.