"Kedua, menjadikan pemilihan umum anggota legislatif dan Pemilu Presiden RI sarana untuk mendewasakan diri mereka, berpikir dengan menggunakan akal sehat,"
kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyidin Junaidi ditemui di Jakarta pada Senin.
Ia meminta masyarakat tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politik dalam pemilu.
Muhyidin menekankan bahwa masyarakat harus bersikap dewasa dalam menerima hasil apapun dalam Pemilu 2019.
"Jangan jadikan pilpres dan pileg ini sebagai ajang untuk memecah belah. Ya, berbeda pilihan adalah 'sunatullah'. Aka tetapi jangan sampai berbeda pilihan, bangsa ini jadi terpecah belah," ucap Muhyidin.
Ia berharap masyarakat tidak berkelahi di tengah perbedaan pandangan politik karena akan mempermalukan umat Islam Indonesia.
"MUI insyaallah mendoakan bahwa pilpres ini berjalan lancar dan tidak ada ribut," ujar Muhyidin.
Muhyidin juga mengingatkan masyarakat bahwa golput tidak diperbolehkan oleh Islam.
Pewarta: Bayu PrasetyoEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.