Blangpidie (ANTARA) - Warga Dusun Lama Muda, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sangat mendambakan jalan penghubung menuju desa mereka diaspal, sehingga roda perekonomian masyarakat menjadi lancar.  

“Sudah bertahun-tahun kami mendambahkan jalan penghubung dari Desa Kuta Kuala menuju Dusun Lama Muda agar di aspal karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan," kata ketua Tuha Peut (lembaga adat) Desa Lama Tuha, Saruddin kepada wartawan Sabtu.

Ketua tuha peut tersebut menceritakan hampir setiap tahun aparatur Desa Lama Tuha membuat surat permohonan dalam bentuk proposal kemudian diajukan kepada pemerintah daerah dengan harapan jalan penghubung menuju desa mereka dibangun aspal.

“Tiap tahun kami ajukan proposal tapi tidak pernah dibangun aspal. Padahal kondisi jalan penghubung ke desa kami ini sudah sangat memprihatinkan. Hampir sepanjang jalan sudah berlobang-lobang, sehinga sepeda motor rawan kecelakaan saat musim hujan,” ungkapnya

Saruddin juga mengaku bahwa pihaknya sudah berulang kali menyampaikan keluhan tersebut kepada anggota DPRK Abdya agar jalan penghubung ke desa mereka tersebut dibangun aspal.

Namun, kata dia, keluhan yang disampaikan warga tersebut sepertinya tidak dihiraukan oleh para wakil rakyat Abdya. Buktinya, sejak Indonesia ini merdeka hingga sekarang jalan penghubung antar desa itu belum pernah dibangun aspal oleh Pemerintah.

Parahnya lagi, sambung dia, selama ini para anggota dewan Abdya tersebut  tidak pernah datang ke Desa Lama Tuha untuk menanyakan keluhan-keluhan yang dihadapi oleh masyarakat.

“Kalau sudah menjelang pemilihan umum (pemilu) baru mereka ramai-ramai datang ke desa kami untuk cari suara pada warga,” kesalnya

Masyarakat Lama Muda sangat berharap peningkatkan prasana jalan desa tersebut diaspal, agar desa yang memiliki destinasi wisata tersebut bisa segera memiliki jalan yang memadai seperti halnya dirasakan oleh warga desa lainnya di kabupaten Abdya.

“Jika prasarana jalan sudah bagus, niscaya perekonomian masyarakat Lama Muda ini dipastikan meningkat lebih baik lagi. Karena selain memiliki lahan perkebunan sawit yang luas, rata-rata warga desa ini juga memiliki usaha budidaya ikan air payau,” kata Saruddin.



Pewarta: Suprian
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026