"Aceh merupakan jalur strategis, sehingga kondisi ini menjadi sangat rawan terjadinya pelanggaran-pelanggaran udara. Tidak hanya udara, tetapi juga laut," kata Kolonel Pnb Hendro Arief di Lanud SIM, Blangbintang, Aceh Besar, Kamis.
Pernyataan tersebut dikemukakan Kolonel Pnb Hendro Arief dalam pertemuan Staf Potensi Dirgantara TNI Angkatan Udara (Spotdirgaau) dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.
Pertemuan juga dihadiri komunitas Bandara Sultan Iskandar Muda, komunitas aerosport, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda Blang Bintang, Aceh Besar.
Kolonel Pnb Hendro Arief menyebutkan, perkembangan lingkungan strategis yang didukung ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memengaruhi pola serta bentuk ancaman, baik ancaman militer, nonmiliter dan hibrida
Kondisi ini menuntut adanya bentuk pertahanan negara yang efektif dan berdaya tangkal tinggi. Serta berdasarkan atas kesadaran hak dan kewajiban warga negara atas dasar keyakinan akan kekuatan sendiri.
"Semua itu untuk mewujudkan serta mempertahankan keutuhan, kedaulatan NKRI sebagai kesatuan kekuatan pertahanan semesta," kata Kolonel Pnb Hendro Arief.
Oleh karena itu, Danlanud Sultan Iskandar Muda berharap melalui pertemuan tersebut semua pihak dapat menambah wawasan, pengetahuan dalam bertindak secara efektif dan efisien guna menangkal terjadinya pelanggaran di wilayah Aceh.
Paban IV Spotdirgaau Kolonel Pnb Maman Suherman mengatakan Spotdirgaau merupakan organisasi baru eselon pembantu pimpinan di tingkat Mabesau. Organisasi ini berkedudukan langsung di bawah Kepala Staf AU.
Tugasnya membantu menyelenggarakan fungsi umum, meliputi perencanaan program dan anggaran pembinaan kemampuan dirgantara, pembinaan ketahanan wilayah.
"Serta penyelenggaraan komunikasi sosial antara penyelenggaraan dan pembinaan perbatasan wilayah udara dalam rangka menyiapkan alat bagi kepentingan pertahanan negara di udara melalui kegiatan pemberdayaan wilayah pertahanan udara," kata Kolonel Pnb Maman Suherman
Perwira menengah TNI AU tersebut menambahkan, peningkatan potensi kedirgantaraan menjadi perhatian pimpinan dalam mempertahankan keutuhan negara.
Di mana, secara bersamaan ditingkatkan juga potensi kemaritiman bagi TNI Angkatan Laut dan potensi teritorial bagi TNI Angkatan Darat. Semuanya bersinergi dalam menjaga pertahanan, keamanan wilayah Indonesia di darat, laut dan udara.
"Semua ini guna menghadapi perang asimetris yang melanda Indonesia,” kata Kolonel Pnb Maman Suherman seraya menyebutkan perang tersebut di antaranya ekspansi narkoba yang masuk melalui jalur darat, laut dan udara.
Masuknya narkoba ke Indonesia, lanjut dia, sangat membahayakan kelangsungan generasi masa depan. Di antara penangkalnya yaitu kegiatan teritorial, baik pembinaan teritorial, pembinaan dirgantara dan pembinaan kemaritiman
"Ini bukan hanya tugas TNI, Polri, dan pemerintahan saja, melainkan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi akurat kepada kami untuk segera ditindaklanjuti," pungkas Kolonel Pnb Maman Suherman.
Pewarta: M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.