Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem mengatakan pernyataan Mahfud MD mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut sangat melukai hati masyarakat Aceh.
Hal tersebut sampaikan Mualem yang juga mantan Wagub Aceh itu di Banda Aceh, Senin, menanggapi pernyataan Mahfud MD terkait Aceh sebagai daerah Islam garis keras.
"Rakyat Aceh telah berkomitmen merawat NKRI melalui berbagai proses panjang dimana nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin tetap dijaga melalui syariat Islam. Pernyataan Mahfud MD seperti itu sangat menyakitkan rakyat Aceh, karena dilabelkan sebagai kelompok Islam garis keras," kata Mualem.
Ketua Umum Partai Aceh ini juga menjelaskan bahwa benar masyarakat Aceh akan bersikap sangat keras bila berhadapan dengan para penista agama.
Dan bahkan sikap yang sama juga jika menghadapi dengan orang-orang yang tidak berpihak kepada rakyat, pelaku tindak kecurangan serta ketidakadilan dalam masyarakat.
"Kami rakyat Aceh memang garis keras dalam menentang penista agama, dan orang-orang culas dalam merusak demokrasi," ungkap Mualem.
Menurut Mualem, mayoritas masyarakat Aceh mendukung dan memberikan hak suara kepada Prabowo - Sandi ialah pilihan yang tepat dan meyakini mereka mampu membawa Indonesia dalam melindungi aqidah dan agama.
“Karena Prabowo-Sandi adalah hasil Ijtima Ulama. Jadi, kami meminta saudara Mahfud MD untuk segera meminta maaf secara tertulis di media cetak nasional selama se-minggu berturut-turut kepada rakyat Aceh terkait statement yang memecah belah itu,” pungkas Mualem.
Pewarta: KhalisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.