Salah seorang pelajar sekolah lanjutan atas pada saat acara interaktif masalah pemilu di Lhokseumawe, Kamis mengatakan, caleg yang berpendidikan dianggap lebih berkualitas untuk menjadi wakil rakyat.
Sementara ada juga pelajar lainnya yang mengaku pesimis dengan hasil pemilu nantinya, terutama pada caleg yang terpilih. Hal itu lebih dititikberatkan pada tangung jawab moral dari anggota dewan terpilih.
"Saat ini banyak membutuhkan dukungan. Namun, jika sudah terpilih nantinya, banyak yang sudah sombong dan tidak lagi memperhatikan orang yang telah memilihnya," ucap pelajar lainnya.
Saat disinggung tentang upaya mencari dukungan dengan menggunakan politik uang. Umumnya para pemilih pemula dimaksud, mengaku mau menerima uang yang diberikan oleh caleg atau timsesnya. Namun, mereka juga tidak mau memilihnya dan lebih menjatuhkan pilihannya sesuai dengan hati nurani dan dianggap mampu.
Pada kegiatan yang digelar di aula kantor Wali Kota Lhokseumawe tersebut, menghadirkan beberapa nara sumber yang berkompeten. Diantaranya dari KIP Lhokseumawe, utusan dari beberapa partai politik dan juga dari akademisi. Serta pesertanya dari beberapa pelajar tingkat SMA yang ada di Kota Lhokseumawe sebagai pemilih pemula.
Zulfikar Syarif dari RRI Lhokseumawe mengatakan, kegiatan yang bertemakan "Nuansa Demokrasi Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas dengan sub temanya : Peran Partai Politik Dalam Meningkatkan Kualitas SDM di Kota Lhokseumawe", merupakan kerjasama antara RRI, Purna Paskibra Indonesia (PPI) dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe.
Sedangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman pemilih pemula untuk menjadi pemilih yang cerdas sehingga menjadi hasil pemilu yang berkualitas. Dimana, masing-masing pemateri memberikan pandangannya yang nanti dapat menjadi pengetahuan bagi pemilih pemula dalam menyukseskan pesta demokrasi.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.