Banda Aceh, 17/3 (Antaraaceh) - Wakil gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta kalangan ulama berperan aktif mengajak masyarakat agar ikut merawat perdamaian serta menyukseskan agenda Pemilu Legislatif 9 April 2014.
"Semua itu menjadi tanggung jawab kita bersama, yaitu menjaga situasi di Aceh tetap aman dan damai serta ikut menyukseskan pemilu," katanya saat membuka Rapat Koordinasi Inshafuddin 2014 di Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb,  Kabupaten Bireuen, Senin.
Didampingi Plt Karo Humas Aceh Murtalamuddin, Wagub meminta dukungan kalangan ulama agar mendukung program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintahannya.
"Pembangunan yang kami lakukan fokus pada pembangunan ekonomi rakyat serta mengurangi angka pengangguran di Aceh. Kami berupaya maksimal mempercepat pembangunan dengan mengundang investor untuk menanamkan modalnya di Aceh," katanya menjelaskan.
Disebutkan, kemajuan pembangunan pabrik ban (karet) di Meulaboh Kabupaten  Aceh Barat sudah sekitar 30 persen. Pelabuhan Krueng Geukuh mulai hidup dan beroperasinya terminal gas Arun dan menyalurkannya hingga ke Belawan,  sehingga akan menghidupkan kembali sejumlah industri pupuk dan kertas di Aceh.
"Begitu juga dengan lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang kawasan pelabuhan bebas Sabang nanti, akan mengembalikan kejayaan Sabang sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang menyerap banyak tenaga kerja," kata Muzakir Manaf.
Rapat koordinasi dirangkai dengan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Cabang Persatuan Dayah Inshafuddin Kabupaten Bireuen, Pidie dan Pidie Jaya itu diberi tema "Aktualisasi peran ulama dalam membangun Aceh masa depan".
"Aceh akan jaya dan sejahtera  jika kita semua terjalin kebersamaan dan persatuan yang kokoh," kata Wagub Aceh yang juga mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat konflik Aceh itu.
Muzakir Manaf menambahkan, fase kejayaan Islam dan umatnya selalu ditandai dengan adanya hubungan  baik antara ulama dan umara.
Posisi ulama dikatakan sebagai pelita dan pilar penting tegaknya dunia. Karena ilmunya para ulama dibutuhkan untuk menegakkan keadilan oleh pemimpin (umara).
"Ilmunya para ulama juga dibutuhkan untuk menyadarkan orang-orang kaya agar senantiasa berderma dalam bentuk infak, sedekah, zakat dan sebagainya," kata Wagub Muzakir Manaf.
Dengan ilmunya para ulama juga orang-orang miskin bisa belajar berdoa.
Maka posisi ulama adalah pelita. Betapapun tinggi martabat keilmuan ulama, namun tetap saja tidak boleh terpisah dari unsur terpenting lainnya yakni umara.
"Dan tidak bisa dipungkiri bahwa ulama dan umara adalah kunci suskesnya agenda pembangunan Aceh dimasa mendatang," kata Wagub Muzakir Manaf.

Pewarta: Pewarta : Azhari
Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026