Hal tersebut disampaikan Abrar Zym di depan para calon tamu Allah SWT pada manasik haji tingkat Aceh Besar di Masjid Al-Faizin Lampeuneuruet, Kecamatan Darul Imarah, Senin (17/6/2019). Hadir dalam kesempatan itu, unsur Forkopimda, Ketua MPU Aceh Besar TGk Muchsalmina A Wahab, para kepala OPD, Muspika Darul Imarah, para kepala KUA Kecamatan se-Aceh Besar, dan tokoh-tokoh masyakat.
Dijelaskannya, JCH termuda asal Aceh Besar tahun ini bernama Muhammad Rifqi Saifullah (21 tahun asal Desa Barabung Kecamata Darussalam dan JCH tertua Ishak Hamid Sulaiman (94 tahun) dari Desa Tungkop Kecamatan Darussalam. JCH tersebut terbagi dalam beberapa Kloter, di antaranya Kloter 02 BTJ, 04 BTJ, 05 BTJ, Kloter 8 BTJ, dan Kloter 09 BTJ.
Saat membuka manasik haji tersebut, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali mengemukakan, para JCH yang beberapa pekan mendatang akan menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci harus mempersiapkan diri secara baik, sehingga dapat memperoleh predikat haji mabrur. “Pasangkan niat yang tulus semata-mata untuk beribadah di Tanah Suci. Jaga juga nama baik daerah, kekompakan, dan kesehatan supaya dapat menjalankan ibadah haji secara sempurna,” pesan Mawardi Ali.
Haji, menurut Bupati Aceh Besar, merupakan panggilan mulia dari Ilahi, sehingga setiap JCH hendaknya memperbanyak doa di tempat-tempat istijabah saat berada di Tanah Suci. Melaksanakan haji merupakan kesempatan mulia yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh setiap JCH untuk selalu meningkatkan amal ibadah. “Mudah-mudahan seluruh JCH sehat dan dapat menggapai predikat haji mabrur,” tambahnya.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.