Banda Aceh, 29/3 (Antaraaceh) – Anggota Komisi VI DPR RI Marzuki Daud minta kepada pemerintah agar sejumlah pelabuhan di Aceh ditingkatkan statusnya agar memberi pengaruh dan energi positif bagi perkembangan perdagangan dan perekonomian masyarakat.
“Peningkatan status sejumlah pelabuhan di Aceh akan terus kita perjuangkan, selain sejumlah hal di bidang lainnya,” katanya di Bireuen, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Sabtu.
Salah satu pelabuhan yang sudah berhasil diperjuangkan peningkatan statusnya, sebut Marzuki adalah peningkatan status pelabuhan Krueng Geukuh di Kabupaten Aceh Utara, untuk ekspor impor yang akan diresmikan Menteri Perdagangan pada Mei 2014.
Beberapa pelabuhan lainnya yang patut untuk peningkatan status adalah pelabuhan Langsa, Kota Langsa, pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, dan pelabuhan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Barat Daya.
Marzuki yang kembali mencalonkan diri menjadi anggota legislatif DPR RI daerah pemilihan Aceh itu mengatakan komitmennya untuk memperjuangkan Aceh di Senayan, terlebih dengan adanya dukungan Pemerintah Aceh.
Marzuki yang juga pimpinan tim pemantau otonomi khusus Aceh itu mengatakan selama menjadi anggota DPR RI, dia merasa sudah melakukan tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat, seiring dengan lahirnya sejumlah bantuan untuk Kabupaten Bireuen dan kabupaten/kota lainnya.
“Yang juga berhasil kami perjuangkan adalah pada tahun 2015 nanti, setiap desa akan mendapat dana Rp1 miliar untuk pembangunan yang dikelola di desa, seiring dengan disahkannya undang-undang desa,” ucap anggota DPR dari Fraksi Golkar tersebut.
Untuk Kabupaten Bireuen sebut Marzuki, atas andil dirinya, beberapa waktu lalu sudah disalurkan bantuan kepada 56 gabungan kelompok tani (gapoktan) di daerah itu, bantuan kepada beberapa koperasi usaha pasar di Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa. Lalu pembangunan pasar yang terbakar di Jeunieb.
“Termasuk kita perjuangkan alat kesehatan yang canggih untuk digunakan di RSUD Fauziah Bireuen seperti alat pemeriksaan jantung dan gigi, lalu bantuan traktor tangan di Kecamatan Kutablang,” katanya.
Sejumlah bantuan itu belum termasuk pada tahun-tahun sebelumnya di Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang.
Salah satu pekerjaan rumah di Bireuen yang masih mengganjal bagi Marzuki yang kembali dicalonkan untuk Dapil 2 Aceh itu yaitu pembangunan irigasi Seuke Pulot di Peusangan Siblah Krueng yang tak kunjung selesai, sehingga belum maksimal manfaatnya untuk petani.
“Persoalan di sana adalah luas areal baru 3.000 hektare, sehingga anggarannya dari APBA, bila ada penambahan areal sawah diatas jumlah yang ada sekarang, maka dapat dialokasikan dana dari APBN,” ujar anggota Badan Anggaran DPR-RI itu.
Dalam kaitan Pemilu 2014, Marzuki yang didukung Partai Aceh pada Pemilu 2014 itu berharap kepada semua komponen masyarakat Aceh untuk tetap menjaga suasana aman dan damai, agar pemilu berlangsung dengan lancar.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026