"Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan dari udara, tidak ada lagi terlihat titik api di sejumlah lokasi kebakaran," kata Teuku Ahmad Dadek kepada wartawan di Meulaboh, Selasa.
Menurutnya, padamnya karhutla di daerah itu disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur daerah tersebut sejak beberapa hari terakhir sehingga menyebabkan titik api padam, dan ditambah lagi dengan upaya pemadaman yang dilakukan oleh TNI, POlri, BPBD, KPH wilayah IV Aceh dan pihak terkait, sehingga penanganan pemadaman api lebih maksimal.
Meski dari pemantauan udara masih terlihat sebaran asap di lokasi kebakaran, pihaknya menyarankan agar pemadaman api melalui udara menggunakan satu unit helikopter milik BNPB untuk beberapa hari ke depan, sebaiknya masih terus dilakukan.
Hal ini agar mencegah timbulnya titik api di lokasi semula, karena sebagian besar lahan yang terbakar di Kabupaten Aceh Barat merupakan lahan gambut dan kebakarannya dapat berpotensi terulang.
"Saya melihat karhutla yang terjadi di Aceh Barat ini sedikit unik, dimana di bagian permukaan tanah apinya sudah padam. Akan tetapi, di dalam tanah masih ada api,sehingga berpotensi terjadi lagi kebakaran lahan," katanya menambahkan.
Untuk itu, upaya pemadaman dari udara tetap harus dilakukan disamping pemantauan secara visual tetap harus dilakukan agar memastikan titik api benar-benar sudah padam, tuturnya.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026