Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sejak sepekan ini telah meliburkan aktivitas belajar mengajar baru 80 orang siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Meulaboh, berlokasi di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan akibat terdampak kebakaran lahan yang terjadi hampir dua pekan ini.
“Liburnya aktivitas sekolah bagi anak didik sesuai dengan rekomendasi dari BPBD Aceh Barat, karena di sekitar sekolah sudah terjadi kabut asap sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan para murid,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Husensah kepada ANTARA, Senin.
Ia menyebutkan, lokasi SDN 8 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat berada di sekitar lokasi kebakaran lahan yang saat ini masih terus dilakukan upaya pemadaman oleh BPBD Aceh Barat bersama tim gabungan lainnya.
Pemerintah daerah terpaksa meliburkan sekolah bagi anak didik, sebagai upaya untuk mencegah gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari bahaya kabut asap, akibat peristiwa kebakaran lahan yang saat ini masih terus terjadi.
Baca juga: Luas kebakaran lahan di Aceh Barat mencapai 19 Hektare
Husensah mengatakan, selama tidak belajar di sekolah, pihaknya telah menginstruksikan para guru agar mewajibkan para murid belajar di rumah, sambil menunggu normalnya situasi di sekitar sekolah dari gangguan kabut asap.
“Kami terus melakukan pemantauan situasi saat ini,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat baru akan menormalkan kembali aktivitas belajar di SDN 8 Meulaboh, setelah situasi di sekitar sekolah sudah dinyatakan aman dan tidak ada lagi kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan.
Sebelumnya, Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald mengatakan rekomendasi libur sekolah disampaikan, setelah pihaknya melihat kondisi di lapangan yang kian mengkhawatirkan akibat kebakaran lahan yang terjadi selama ini.
"Mengingat kondisi kabut asap yang semakin pekat dan indeks pencemaran udara yang sudah masuk dalam kategori tidak sehat, kami telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat agar meliburkan aktivitas sekolah di sekitar lokasi terdampak bencana kebakaran lahan," jelasnya.
BPBD Aceh Barat menyatakan masa libur sekolah berlaku sampai dengan kualitas udara dinyatakan membaik dan aman oleh pihak berwenang, dan selama masa libur, siswa diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas luar ruangan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui BPBD terus memantau titik api dan pergerakan asap. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya titik api baru di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani sebelum meluas, demikian Teuku Ronald.
Baca juga: BMKG: 23 titik api karhutla terpantau di Aceh Barat, kebakaran diduga meluas 50 Ha
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026