Kapal nelayan antre solar di Pelabuhan Lampulo

  • Senin, 21 Maret 2022 22:23

Nelayan membawa jeriken antre untuk mendapatkan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Senin (21/3/2022). Nelayan menyatakan puluhan kapal ikan dengan bobot kurang 30 GT terpaksa antre mendapatkan solar subsidi, karena pasokan solar di SPBN tersebut terbatas hanya delapan ton per hari, sementara kebutuhan solar kapal nelayan sekitar 25 ton per hari. ANTARA FOTO/Ampelsa

Nelayan membawa jeriken antre untuk mendapatkan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Senin (21/3/2022). Nelayan menyatakan puluhan kapal ikan dengan bobot kurang 30 GT terpaksa antre mendapatkan solar subsidi, karena pasokan solar di SPBN tersebut terbatas hanya delapan ton per hari, sementara kebutuhan solar kapal nelayan sekitar 25 ton per hari. ANTARA FOTO/Ampelsa

Nelayan membawa jeriken antre untuk mendapatkan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Senin (21/3/2022). Nelayan menyatakan puluhan kapal ikan dengan bobot kurang 30 GT terpaksa antre mendapatkan solar subsidi, karena pasokan solar di SPBN tersebut terbatas hanya delapan ton per hari, sementara kebutuhan solar kapal nelayan sekitar 25 ton per hari. ANTARA FOTO/Ampelsa

Nelayan membawa jeriken antre untuk mendapatkan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Senin (21/3/2022). Nelayan menyatakan puluhan kapal ikan dengan bobot kurang 30 GT terpaksa antre mendapatkan solar subsidi, karena pasokan solar di SPBN tersebut terbatas hanya delapan ton per hari, sementara kebutuhan solar kapal nelayan sekitar 25 ton per hari. ANTARA FOTO/Ampelsa

Nelayan membawa jeriken antre untuk mendapatkan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Senin (21/3/2022). Nelayan menyatakan puluhan kapal ikan dengan bobot kurang 30 GT terpaksa antre mendapatkan solar subsidi, karena pasokan solar di SPBN tersebut terbatas hanya delapan ton per hari, sementara kebutuhan solar kapal nelayan sekitar 25 ton per hari. ANTARA FOTO/Ampelsa

Berita Terkait