Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Timur mulai mendistribusikan logistik Pemilu 2024 ke 24 kecamatan di kabupaten tersebut.

Ketua KIP Kabupaten Aceh Timur Yusri di Aceh Timur, Senin, mengatakan, dari 24 kecamatan, empat kecamatan menjadi prioritas karena jauh dari ibu kota kabupaten.

"Empat kecamatan tersebut yakni Simpang Jernih, Serbajadi Lokop, Peunarun, dan Pante Bidari. Dua dari empat kecamatan itu juga harus melintasi kabupaten tetangga dengan jarak mencapai 200 kilometer dari ibu kota Kabupaten Aceh Timur," katanya. 

Yusri menyebutkan distribusi ke kecamatan yang melintasi kabupaten tetangga di antaranya Simpang Jernih. Waktu tempuh ke wilayah tersebut sekitar 12 jam perjalanan darat, wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Begitu juga distribusi logistik pemilu ke TPS di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, harus ditempuh melalui wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Kemudian, kata dia, dari ibu kota kecamatan, distribusi logistik ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di beberapa desa harus ditempuh menggunakan jalur sungai.

"Sampan satu-satunya sarana transportasi di pedalaman Aceh Timur, sehingga kami lebih awal mendistribusikan logistik pemilu ke wilayah terpencil," kata Yusri menyebutkan. 

Distribusi logistik pemilu mendapat pengawalan ketat kepolisian, TNI, dan panitia pengawas. Distribusi dimulai dari Kantor KIP Kabupaten Aceh Timur menuju ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan selanjutnya ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa serta berakhir di TPS.

Sebelumnya, Kapolres Aceh Timur AKBP Nova Suryandaru mengatakan kepolisian mengerahkan sebanyak 845 personel pengamanan distribusi logistik pemilu dan 1.095 TPS yang tersebar di 513 desa dan 24 kecamatan.

"Pengamanan juga didukung personel bawah kendali operasi atau BKO Polda Aceh serta serta 21 perwira pengamat wilayah. Kami berharap pemilu di Aceh Timur berjalan lancar tanpa ada masalah," kata Nova Suryandaru 
 

Pewarta: Hayaturrahmah

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2024