Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) telah menyerahkan bantuan logistik bagi korban banjir akibat meluapnya sungai yang merendam sembilan desa di tiga kecamatan, Kota Subussalam.

"Demi membantu kebutuhan masa panik ini akibat meluapnya?Sungai Lae Soraya, maka telah kita serahkan logistik ke instansi terkait," ucap Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Ahad.

Bantuan logistik yang diserahkan tersebut, lanjut dia, berupa pangan, seperti beras 300 sak atau?4,5 ton, lalu mie instan 250 dus, minyak goreng 200 liter, telur ayam 3.000 butir, ikan kemasan 240 kaleng, air mineral gelas 250 dus, dan gula pasir 200 kilogram.

Pemerintah Aceh juga memberikan bantuan sandang, yakni selimut 200 lembar, pakaian seragam untuk anak sekolah dasar 150 pasang, dan seragam sekolah menengah pertama 150 pasang.

Berbagai jenis bantuan ini telah diserahkan melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBA Muhammad Syahril yang diterima langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Subulussalam Nesal Putra pada?Sabtu, (8/12).

Data BPBA menyebut, kesembilan desa terendam di tiga kecamatan di daerah aliran sungai, yaitu Sungai Lae Souraya pada Senin (3/12), yakni Jabi-jabi korban 177 keluarga, Sigrun 86 keluarga, dan Suka Maju 458 keluarga di?Sultan Daulat.

Lalu terdapat empat desa, yaitu Suak Jampak dengan?korban 89 keluarga, Tualang 110 keluarga, Mandilam 43 keluarga, dan Sepang 125 keluarga di?Rudeng. Terakhir dua desa, yakni Longkib 98 keluarga, dan Panji 152 keluarga di?Longkip.

"Kami mengharapkan bantuan Pemerintah Aceh dapat segera akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, terutama korban terdampak banjir," terang Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, sejumlah wilayah di Aceh berpeluang hujan dengan intensitas lebat disertai petir pekan ini, sehingga warga diminta waspada.

"Hampir semua wilayah di provinsi ini berpeluang dilanda hujan akibat tekanan rendah di sekitar Samudera Hindia bagian barat," ujar Kepala Seksi Data BMKG Aceh, Zakaria Ahmad.

Pewarta: Muhammad Said

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018