Aceh Barat Daya, 2/9 (Antaraaceh) - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengevaluasi dan meninjau sejumlah proyek yang bersumber dari dana otonomi khusus yang saat ini dalam proses pelaksanaan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin.
Wagub tiba di Bandara Kuala Batee, Aceh Barat Daya pukul 07.45 WIB. Usai melakukan perjalanan udara selama 45 menit dari Bandara Lasikin, Kabupaten Simeulue. Dari bandara Wagub beserta rombongan langsung menuju Aula Dinas Kesehatan Abdya.
Tiba di Aula Dinkes Abdya Wagub disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Ramli Bahar dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Abdya.
Dalam kesempatan tersebut Wagub mendapatkan pemaparan tentang beberapa proyek yang bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) yang saat ini sedang dalam proses pelaksanaan.
Usai mendengarkan pemaparan dari Kepala Tim Pengendali Percepatan Kegiatan (P2K) dan Sekda tentang perkembangan beberapa proyek yang bersumber dari dana Otsus. Sementara itu, Muzakir Manaf dalam sambutan singkatnya menyampaikan beberapa masukan kepada para pemangku kebijakan di Abdya.
"Kita telah dengarkan bersama pemaparan singkat dari Kepala P2K dan Sekda. Saya mengambil kesimpulan, bahwa dari tahun ke tahun kita belum berubah. Sehingga selesai (kunjungan kerja-red) ini nanti, tim akan mengambil sikap, apakah permasalahan yang terjadi selama ini karena kesalahan pemerintah atau kesalahan dari kontraktor. Evaluasi ini penting kita lakukan untuk mendorong kinerja SKPA yang baik dalam melaksanakan pembangunan di masa yang akan datang." Tegas Wagub, yang didampingi Ka. P2K Taqwallah, Kadis Bina Marga Anwar Ishaq, Inspektur Aceh Syahrul Badruddin dan sejumlah pejabat lainnya.
Pria yang akrab disapa Mualem ini menambahkan, Pemerintah juga akan mengevaluasi jika saja ada aturan-aturan yang memang perlu diperbaiki, demi percepatan pembangunan Aceh, demi kemakmuran masyarakat secara keseluruhan.
Dari Aula Dinkes Abdya, Mualem langsung menuju ke SMA Negeri Kuta Jeumpa untuk meninjau pembangunan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) bertingkat di SMA tersebut. Disini Wagub terlihat sangat kecewa karena pembangunan RKB yang menelan dana sebesar Rp 1,61 miliar dan pembangunannya sudah dimulai sejak tanggal 14 Juli lalu itu baru menyelesaikan pondasi dan pengecoran tiang. "Nyoe ka saban lagee lon peugah beunoe (inikan sama seperti yang saya katakan tadi-red). Belum ada perubahan," ujar Wagub.
Di lokasi ini wagub terlihat lebih banyak diam dengan raut wajah kecewa karena progres pengerjaan RKB yang tidak memuaskan. Hanya beberapa menit saja di SMA Negeri Kuta Jeumpa, Wagub langsung melanjutkan perjalanan ke lokasi proyek pembangunan Gedung Uji Kendaraan Bermotor.
Sama dengan RKB, pembangunan gedung uji yang berada di dalam komplek terminal Abdya yang memakan anggaran sebesar Rp 3,3 miliar dan pengerjaannya telah dimulai sejak tanggal 30 Juni ini juga baru menyelesaikan pondasi dan pengecoran tiang.
Tak berlama-lama di lokasi tersebut, Mualem langsung melanjutkan perjalanan ke Puskesmas Tangan-Tangan. Disini Wagub melakukan penanaman pohon mangga bersama Taqwallah selaku Kepala P2K Aceh serta Sekda Abdya, Ramli Bahar.
"Semoga mangganya nanti berbuah manis seperti bapak Wagub," ujar salah seorang pegawai Puskesmas Tangan-Tangan yang mendampingi Wagub menanam pohon mangga di halaman puskesmas tersebut.
Usai menanam pohon mangga di halaman puskesmas Tangan-Tangan, Wagub menyempatkan diri untuk meninjau situasi di dalam Puskesmas. Kemudian, beserta rombongan Muzakir Manaf melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Selatan.
Seperti diwartakan sebelumnya, sejak 31 Agustus kemarin Wakil Gubernur Muzakir Manaf “turun ke lapangan” untuk meninjau langsung capaian sejumlah proyek pembangunan Aceh. Kunker Wagub dimulai dari “titik nol” kota Sabang, kemudian ‘berlayar’ ke Simeulue, selanjutnya meninjau pekerjaan proyek di Aceh Barat Daya, seterusnya ke Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Subulussalam. Wagub Muzakir Manaf juga akan memonitor sejumlah proyek di Gayo Lues, Aceh Timur, Langsa dan berakhir sampai ke Aceh Tamiang, Sabtu, 6 September, mendatang


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026