"Kami kecewa kepada pemerintah daerah dan pihak kepolisian yang tidak mampu memegang komitmen bersama menghentikan beroperasinya travel berplat hitam," kata Agus, salah seorang sopir di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Selasa.
Mogok masal armada L-300 tersebut dipusatkan di Terminal Bus Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sekitar 250 Km dari Banda Aceh. Seratusan armada AKDP dari wilayah barat selatan Aceh berkumpul sampai 1x24 jam tidak megangkut penumpang sampai adanya solusi dari pemerintah.
Gabungan dari sopir armada di Aceh Barat melakukan razia sendiri sampai dibubarkan oleh aparat kepolisian pada Senin (1/9) malam. Aksi mereka tersebut karena sudah gerah melihat adanya aktivitas travel berplat hitam kembali mengambil penumpang di luar terminal, padahal sebelumnya sudah pernah ditahan polisi.
Awak sopir menilai, kesepakatan bersama yang sudah dilakukan bersama pihak pemerintah daerah dan kepolisian terkesan hanya untuk meredam sesaat kemarahan sopir dan pengusaha angkutan di lokasi komplek terminal.
"Apabila benar komitmen bersama diimplementasikan, kenapa sampai hari ini travel berplat hitam masih beroperasi mengambil penumpang. Artinya, kami menilai bahwa komitmen bersama itu hanya sekedar dibuat," tegasnya.
Selain melakukan mogok masal, awak sopir AKDP dengan membawa armadanya mendatangi Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di komplek perkantoran Dinas Pendidikan Aceh Barat yang saat itu sedang memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda). Pada kesempatan tersebut juga beraudiensi dengan pihak perhubungan dan kepolisian.
Besar harapan mereka, pemerintah segera mengambil solusi yang terbaik sehingga tidak ada pihak yang dirugikan terutama para pengusaha angkutan di lokasi terminal bus dan masyarakat yang membutuhkan jasa angkutan.
Sementara itu, Salwati salah seorang warga pengguna jasa L-300 yang ditemui di terminal bus Meulaboh mengeluh karena mobil yang awalnya sudah diboking tidak berangkat karena para sopir melakukan mogok masal.
"Saya dari Simeulue mau berangkat ke Banda Aceh, sejak pagi tadi karena sopir nggak berangkat terpaksa menginap dulu di Meulaboh, harusnya ini segara diselesaikan," katanya menambahkan.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.