"Ekonomi yang sehat adalah ekonomi yang bebas subsidi, jadi penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sudah tepat," katanya usai membuka seminar nasional bertema Pembenahan Sistem Logistik Nasional untuk Peningkatan Daya Saing Indonesia yang digelar LKBN Antara di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan bahwa subsidi seyogyanya diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu, sehingga penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi adalah langkah tepat, namun perlu dilakukan secara bertahap.
Kalangan industri, kata dia, akan menyesuaikan ongkos produksi dengan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut, hingga perekonomian Indonesia bebas dari subsidi.
Menteri mengatakan anggaran sebesar Rp300 triliun untuk subsidi energi tidak masuk akal, apalagi kalangan yang berpendapatan menengah ke atas juga turut menikmati subsidi.
"Bagaimana mekanisme agar masyarakat yang tidak mampu dapat menerima kompensasi kenaikan BBM dan tepat sasaran, itu yang perlu diperhatikan," katanya.
Pewarta: Helti Marini Sipayung
Editor: Aditia Maruli
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.