Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman di Banda Aceh, Selasa, mengatakan tentu semua pihak baik warga Aceh yang keluar daerah, pelaku wisata dan wisatawan yang melancong ke daerah Serambi Mekkah itu dituntut disiplin protokol kesehatan.
Baca juga: Ditjen: Aceh ujung tombak jalur rempah
"Kalau prokes ketat diberlakukan, kita tetap cuci tangan dan pakai masker, mudah-mudahan keberhasilan kita kemarin dengan libur panjang dan tidak meningkatkan kasus yang signifikan, ini bisa kita ulangi lagi, dan itu pertanda baik," kata Safrizal.
Dia menjelaskan, memang libur panjang Natal dan Tahun Baru pada 24-31 Desember 2020 hampir sama dengan libur panjang saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Oktober lalu. Aceh pada saat itu berhasil menekan lonjakan kasus COVID-19.
Baca juga: Kunker ke Aceh, Pangdam IM Sambut Kedatangan Kepala Basarnas RI
"Itu sesuatu yang baik. Mudah-mudahan itu karena peningkatan kesadaran akan protokol kesehatan. Jadi pelaku wisata juga mengontrol protokol kesehatannya," kata Safrizal.
Dalam libur panjang pada Oktober lalu, menurut dia, banyak wisatawan yang datang ke Aceh. Tentu satu sisi, hal ini sangat bermanfaat bagi sektor ekonomi di Tanah Rencong.
Baca juga: Bocah tunawicara di Aceh Utara diduga dianiaya ayahnya dengan bara api
Apabila pada libur kali juga banyak wisatawan yang datang ke Aceh, kata dia, Aceh tetap masih bisa mengulang kembali keberhasilannya dalam menekan lonjakan kasus COVID-19 dengan cara disiplin prokes, baik bagi warga Aceh atau para pendatang.
"Memang kepatuhan dan kemudian kontrol dari pelaku wisata terhadap protokol kesehatan ini menjadi sangat mutlak. Memang di beberapa tempat ada kenaikan kasus, karena dengan stimulus dari pemerintah, dengan tiket murah pada saat itu menjadi penyebab mungkin orang banyak yang melakukan perjalanan," katanya.
Apalagi saat ini, kata dia, kondisi penambahan kasus di Aceh juga sudah mulai landai. Dan rakyat Aceh umumnya juga tidak merayakan Natal dan Tahun Baru, namun hanya perlu diwaspadai warga yang datang dari luar Aceh.
"Yang kita khawatirkan orang dari luar Aceh yang pulang ke Aceh karena di tempatnya libur. Banyak orang di Aceh di Jakarta, di Medan dan daerah lainnya, mungkin pulang kampung, itu yang perlu kita waspadai," katanya.
Kalau pun banyak yang masuk lagi, protokol kesehatan harus bisa ditegakkan supaya kasus kita jangan banyak, katanya lagi.
Pewarta: Khalis SurryEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026