Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kota Sabang minta Perusahan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelangggan Kota Sabang untuk segera memindahkan gardu listrik yang ada di ruas persimpangan Jalan Perdagangan kota setempat.

Kepala Bagian Umum dan Humas Pemko Sabang Bahrul Fikri, Minggu, mengatakan permintaan tersebut seiring adanya perluasan dan pelebaran jalan serta proyek pembangunan Tugu Lawang (Cengkih) yang telah selesai dikerjakan beberapa pekan lalu.

"Kita sudah minta pihak PLN Sabang untuk segera memindahkan gardu listrik yang ada di persimpangan Jalan Perdagangan. Namun hingga kini pihak PLN  belum juga melakukan pemindahan," katanya di Kota Sabang. 

Dia melanjutkan, keberadaan gardu listrik di ruas badan jalan tersebut sangat membahayakan para pengendara yang melintas.

Menurut dia, selain mengancam keselamatan pengguna jalan, secara estetika keberadaan gardu listrik di tengah jalan juga tidak elok dipandang mata. Apalagi posisi gardu tepat berada di persimpangan Tugu Lawang yang mempersempit jalan, sehingga banyak laporan warga agar gardu itu dipindahkan.

Kata Bahrul, pemerintah Kota Sabang secara resmi telah melaporkan dan minta kepada pihak PLN Sabang untuk memindahkan gardu listrik tersebut. Namun permintaan tersebut belum direalisasikan.

"Kita ingin PLN Sabang secepatnya merespon, jangan nanti sudah jatuh korban baru mau dipindahkan, nanti ujung-ujungnya PLN Sabang yang rugi jadi sasaran cacian masyarakat," katanya. 

Oleh karena itu agar ini tidak terjadi, kita imbau pihak PLN Sabang agar segera merespon dan secepatnya memindahkan gardu listrik itu, katanya lagi.

Dia menambahkan jika gardu tersebut telah dipindahkan tentunya Dinas Pekerjaan Umum Kota Sabang juga akan menyempurnakan kembali kondisi jalan tersebut. 

"Artinya bila gardu sudah dipindahkan, maka wajah kota Sabang di seputaran Jalan Perdagangan akan bertambah indah, ditambah lagi dengan keberadaan tugu baru yaitu Tugu Lawang telah selesai dibangun beberapa waktu yang lalu," katanya.

Pewarta: Khalis Surry
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026