Banda Aceh, 19/11 (Antaraaceh) - Puluhan mahasiswa memaksa masuk ruang sidang utama DPR Aceh untuk menjumpai ketua sementara lembaga legislatif tersebut.

Aksi tersebut dilakukan massa mahasiswa dalam unjuk rasa menuntut diturunkannya harga bahan bakar minyak (BBM) di Gedung DPR Aceh di Banda Aceh, Rabu.

Unjuk rasa yang dikawal puluhan polisi dan Satpol PP tersebut sempat menimbulkan kemacetan kendaraan bermotor yang lalu lalang di ruas jalan depan Gedung DPR Aceh tersebut.

Sebelum memaksa masuk, massa mahasiswa dari Forum BEM se Universitas Syiah Kuala berunjuk rasa di depan pintu gerbang utama gedung dewan tersebut. Di tempat itu, massa mahasiswa membakar ban bekas.

M Zia Urrahman, koordinator aksi dalam orasinya, unjuk rasa mereka lakukan mendesak DPR Aceh membuat nota keberatan atas kenaikan BBM kepada Presiden Jokowi.

"Turunkan harga BBM. Kenaikan harga BBM memberatkan rakyat kecil. Kami mendesak DPR Aceh mengeluarkan rekomendasi menolak kenaikan harga BBM," kata M Zia Urrahman.

Kurang satu jam berunjuk rasa di tempat itu, datang belasan demonstran lainnya dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah. Mereka bergabung dengan massa Forum BEM se Unsyiah.

Presiden Mahasiswa Unsyiah Muhammad Chaldum mengatakan kedatangan mereka juga menuntut DPR Aceh mengirim surat secara resmi kepada Presiden menolak kenaikan harga BBM.

"Pemerintah tidak memihak rakyat. Karena itu, kami mendesak Jokowi mundur dari jabatannya sebagai Presiden. Naiknya harga BBM semakin menyengsarakan rakyat," katanya.

Usai menyampaikan aspirasinya massa mahasiswa memaksa masuk gedung DPR Aceh untuk menjumpai ketua lembaga legislatif tersebut. Namun, karena Ketua Sementara DPR Aceh Tgk Muharuddin sedang rapat, maka massa mahasiswa diminta menunggu.

"Pimpinan dewan sedang ada rapat. Jadi tolong dipahami dan kami meminta adik-adik mahasiswa menunggu sebentar. Setelah rapat, pimpinan dewan akan menjumpai adik-adik," kata Sekretaris DPR Aceh A Hamid Zein.

Ketua Sementara DPR Aceh Tgk Muharruddin akhirnya menjumpai massa mahasiswa kurang dari satu jam kemudian. Kepada massa mahasiswa, ia meminta maaf membuat mereka menunggu.

"Kami minta maaf. Kami juga menyambut baik tuntutan mahasiswa yang menuntut sikap pemerintah daerah menolak kenaikan harga BBM. Atas nama pribadi maupun lembaga, kami mendukung tuntutan mahasiswa agar harga BBM tidak dinaikkan," kata Tgk Muharuddin.

Ia mengatakan, DPR Aceh akan berkoordinasi dengan anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh menyikapi tuntutan mahasiswa untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Kenaikan harga BBM ini merupakan kebijakan pemerintah pusat. Namun begitu, DPR Aceh akan meminta Gubernur Aceh menyurati pemerintah pusat terkait keberatan atas kenaikan harga BBM," kata Tgk Muharuddin.

Massa mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib usai mendengarkan penjelasan politisi Partai Aceh tersebut.

Pewarta : M Haris SA


Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026