"Tantangan alumni Unsyiah ke depan akan semakin besar ketika MEA diberlakukan. Persaingan dunia kerja akan semakin berat, karena jumlah pencari kerja akan meningkat tajam, yaitu melebihi 600 juta jiwa," katanya di Banda Aceh, Selasa.
Disela-sela melepas sebanyak 2.300 wisudawan, Samsul mengatakan optimistis bahwa sumber daya manusia Indonesia dapat dihandalkan jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, termasuk SDM yang terhimpun di Unsyiah.
"Para peneliti Unsyiah saat ini telah berhasil mempublikasikan hasil risetnya di jurnal bermutu internasional, jumlahnya saat ini terbanyak di Pulau Sumatra, serta ketiga terbanyak secara nasional di luar Jawa," katanya menyebutkan.
Selain itu, rektor menjelaskan mahasiswa Unsyiah juga tidak kalah, mereka berhasil memperoleh berbagai prestasi nasional bahkan internasional. "Itu membuktikan bahwa jika diberi kesempatan, Insya Allah kita mampu dan bisa," katanya menambahkan.
Oleh karena itu, menurut Samsul, kontribusi semua pihak secara sinergis sangat diperlukan. Sinergitas itu bukan hanya untuk Unsyiah,tapi juga untuk Aceh dan Indonesia.
Untuk menjadi sukses, ujar dia hanya perlu melihat kesempatan yang ada dan memadukannya dengan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Salah satu kesempatan besar yang akan terlahir dengan adanya MEA adalah kesempatan dan peluang pasar yang lebih besar.
Peluang pasar yang lebih besar itu akan tersedia untuk setiap produk barang dan jasa yang dihasilkan, karena cakupan wilayah ASEAN akan mencapai 4,47 juta kilometer persegi.
"Apalgi secara makro, kondisi ekonomi Indonesia hari ini secara umum lebih baik daripada tahun lalu," kata Rektor Unsyiah Samsul Rizal.
Pewarta : Azhari
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.