Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh Selasa mengatakan, dengan adanya qanun tersebut maka budaya menjadi tradisi kehidupan karena dalam budaya lokal Aceh dapat dimasukan pesan moral untuk kepentingan semua.
"Kami bersama-sama dengan dewan Aceh Barat, coba melahirkAceh Barat Lahirkan Qanun Budayaan qanun kebudayaan berisi ketentuan pelaksanaan budaya sekaligus PKAB kedepannya," katanya dalam acara resepsi sekaligus penutupan PKAB 2014.
Alaidinsyah menyampaikan, dalam qanun budaya nantinya akan dimasukkan pesan-pesan moral yang sangat penting seperti antisipasi kebencanaan yang sering melanda wilayah itu melalui pesan lantunan syair.
Dirinya yakin, budaya lokal Aceh seperti pesan syair, nazam, hikayat dan sebagainya memiliki nilai edukasi yang sangat efektif menjadi media penyampaian pesan sehingga dengan sendirinya sikap kewaspadaan kebencanaan dapat melekat.
"Terpenting adalah bagaimana upaya kita melestarikan budaya ke Acehan kita tetap dipertahanakan, karenanya dengan nilai kepedulian dan seni budaya melalui PKAB ini kami anggap sangat layak menjadi ajang pelastrian budaya lokal," imbuhnya.
Sementara itu Ketua pelaksana PKAB 2014 T Ahmad Dadek menambahkan, lahirnya qanun kebudayaan tersebut diharapkan menjadi panduan siapapun kepala daerah Aceh Barat untuk kedepan.
"Budaya Aceh ini adalah miliki masyarakat, bukan milik bupati ini atau bupati selanjutnya. Jadi kita harapkan siapapun bupati Aceh Barat kedepan, PKAB ini wajib dilaksanakan setiap dua tahun sekali, sama juga seperti PKA ditingkat provinsi," tegasnya.
Ahmad Dadek menyampaikan, dengan ditutupnya acara tersebut maka pemerintah daerah sudah tidak membenarkan lagi para pelaku usaha yang berada dilokasi PKAB karena akan menganggu aktivitas pegangkutan material pelabuhan serta mengangu roda perekonomian masyarakat setempat.
Dalam PKAB yang diselangarakan sejak 20-29 Desember 2014, Kecamatan Johan Pahlawan sebagai tuan rumah meraih juara umum dalam beberapa iven perlombaan, juara kedua diraih Kecamatan Woyla Induk dan juara ketiga diraih Kecamatan Meureubo.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.