Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Banda Aceh akan mengantisipasi kebocoran soal ujian akhir nasional tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan.
"Kami terus berupaya mengantisipasi kebocoran soal UN. Kalau ada oknum yang terlibat akan kami proses secara hukum," tegas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Banda Aceh Syaridin di Banda Aceh, Senin.
UN di Kota Banda Aceh digelar pada April. Ujian akhir nasional tersebut akan diikuti sekitar 3.800 pelajar kelas tiga yang tersebar di 30 sekolah menengah atas dan kejuruan di Kota Banda Aceh.
Syaridin menegaskan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Banda Aceh tentu tidak menginginkan terjadinya kebocoran soal ujian akhir nasional tersebut.
Oleh karena itu, kata dia, pihak akan menyiapkan langkah mengantisipasi kebocoran soal ujian. Di antaranya mengetatkan pengamanan soal-soal ujian tersebut.
"Kamo selaku pihak yang bertanggung jawab tentu tidak menginginkan terjadinya kebocoran soal. Namun begitu, jika ada oknum yang terlibat membocorkan soal, tentu akan diproses sesuai hukum berlaku," kata Syaridin.
Menyangkut persiapan menghadapi ujian nasional, Syaridin mengatakan 30 sekolah menengah atas dan kejuruan di Kota Banda Aceh siap melaksanakan ujian. Selain itu, peserta didik juga sudah siap menghadapinya.
"Persiapannya sudah sejak awal dilakukan. Persiapan dilakukan dengan menambah jam belajar. Sebenarnya, penambahan jam belajar ini dilakukan tidak hanya mendekati hari pelaksanaan ujian, tetapi jauh hari sebelumnya," kata dia.
Karena itu, Syaridin mengimbau kepada anak didik peserta ujian harus menyiapkan diri menghadapi ujian akhir tersebut. Dan kepada anak didik jangan khawatir tidak lulus ujian.
"UN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Mulai tahun ini, UN tidak menentukan kelulusan. Tapi, UN ini menentukan diterima atau tidak di perguruan tinggi negeri," kata Syaridin.
Yang menentukan kelulusan, kata dia, adalah sekolah masing-masing penyelenggaran pendidikan. Karena itu, setiap sekolah diharuskan menyelengarakan ujian akhirnya.
"Ujian akhir sekolah saat ini sedang berlangsung. Setelah ujian akhir sekolah, barulah ujian akhir nasional. Kami berharap peserta didik meraih hasil UN yang optimal, sehingga ketika melanjutkan pendidikan bisa diterima di perguruan tinggi yang dituju," kata Syaridin.
"Kami terus berupaya mengantisipasi kebocoran soal UN. Kalau ada oknum yang terlibat akan kami proses secara hukum," tegas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Banda Aceh Syaridin di Banda Aceh, Senin.
UN di Kota Banda Aceh digelar pada April. Ujian akhir nasional tersebut akan diikuti sekitar 3.800 pelajar kelas tiga yang tersebar di 30 sekolah menengah atas dan kejuruan di Kota Banda Aceh.
Syaridin menegaskan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Banda Aceh tentu tidak menginginkan terjadinya kebocoran soal ujian akhir nasional tersebut.
Oleh karena itu, kata dia, pihak akan menyiapkan langkah mengantisipasi kebocoran soal ujian. Di antaranya mengetatkan pengamanan soal-soal ujian tersebut.
"Kamo selaku pihak yang bertanggung jawab tentu tidak menginginkan terjadinya kebocoran soal. Namun begitu, jika ada oknum yang terlibat membocorkan soal, tentu akan diproses sesuai hukum berlaku," kata Syaridin.
Menyangkut persiapan menghadapi ujian nasional, Syaridin mengatakan 30 sekolah menengah atas dan kejuruan di Kota Banda Aceh siap melaksanakan ujian. Selain itu, peserta didik juga sudah siap menghadapinya.
"Persiapannya sudah sejak awal dilakukan. Persiapan dilakukan dengan menambah jam belajar. Sebenarnya, penambahan jam belajar ini dilakukan tidak hanya mendekati hari pelaksanaan ujian, tetapi jauh hari sebelumnya," kata dia.
Karena itu, Syaridin mengimbau kepada anak didik peserta ujian harus menyiapkan diri menghadapi ujian akhir tersebut. Dan kepada anak didik jangan khawatir tidak lulus ujian.
"UN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Mulai tahun ini, UN tidak menentukan kelulusan. Tapi, UN ini menentukan diterima atau tidak di perguruan tinggi negeri," kata Syaridin.
Yang menentukan kelulusan, kata dia, adalah sekolah masing-masing penyelenggaran pendidikan. Karena itu, setiap sekolah diharuskan menyelengarakan ujian akhirnya.
"Ujian akhir sekolah saat ini sedang berlangsung. Setelah ujian akhir sekolah, barulah ujian akhir nasional. Kami berharap peserta didik meraih hasil UN yang optimal, sehingga ketika melanjutkan pendidikan bisa diterima di perguruan tinggi yang dituju," kata Syaridin.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.