Bireuen, 3/1 (Antara) – Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bireuen lebih mengedepankan cara  persuasif dalam melakukan penertiban para pedagang. Meski dengan cara seperti itu membuat sebagian pedagang cenderung melanggar.

Sebab mengedepankan cara itu, saat turun ke pasar untuk melakukan penertiban, petugas Satpol PP hanya dengan tangan kosong, tanpa pentungan. Mereka malah melempar senyum kepada pedagang, seperti saat penertiban pasar.

"Kita selama ini selalu mengedepankan cara persuasif, memang tetap ada perubahan, tetapi sebagian pedagang tetap saja membandel, petugas pergi, mereka kembali meletakkan barang di badan jalan," kata Fakhrurrazi, Kepala Kantor Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Bireuen, Jumat.

Ia mengatakan pelaku pelanggaran dengan berjualan di atas badan jalan, sehingga kerap membuat macet lalu lintas di kawasan pusat pasar Bireuen. Bukan saja dari kalangan pedagang kaki lima, pemilik toko pun doyan memperluas lapak hingga ke birem jalan.

"Tugas melaksanakan penertiban tetap dijalankan, meski sebagian pedagang bandel, petugas sudah diingatkan tidak arogan, bahkan Satpol PP diperintahkan membantu pedagang memindahkan barang dagangan dari tempat dilarang ke dalam toko," jelas Fakhrurrazi.

Dia melanjutkan, penertiban yang dilakukan menurunkan puluhan anggota Satpol PP dibantu petugas TNI dan Polri. Penertiban dilakukan secara terpadu melibatkan dinas perizinan, dinas pengelola pasar, dinas perhubungan serta Camat Kota Juang.

Sebab pedagang kerap mengulangi kesalahan yan sama. Pemkab Bireuen ke depan akan mendirikan pos dan menempatkan sekitar delapan personil gabungan untuk senantiasa melakukan pengawasan pelaksanaan aturan agar masyarakat merasa nyaman saat ke pasar Bireuen. (Murdeli)


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026