Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar mengatakan sekolah di ibu kota Provinsi Aceh itu tidak siap mengikuti ujian nasional (UN) berbasis komputer atau computer base test.
"Dari informasi yang kami terima, semua sekolah di Kota Banda Aceh tidak siap melaksanakan UN berbasis komputer. Mereka tidak siap dengan beragam alasan," kata Farid Nyak Umar di Banda Aceh, Selasa.
Di antara alasan tidak siap tersebut, kata dia, komputer tidak mencukupi. Begitu juga jaringan server, ada sekolah yang tidak memiliki komputer induk tersebut.
"Tidak hanya itu, ada sekolah juga khawatir sumber daya listrik. Kekhawatiran itu beralasan karena listrik sering padam. Dan kami memaklumi alasan tersebut," kata dia.
Oleh karena itu, ketua komisi membidangi masalah pendidikan ini berharap sekolah di Banda Aceh siap melaksanakan UN berbasis komputer. Sebab, sekolah di Kota Banda Aceh merupakan contoh bagi sekolah di daerah lainnya di Provinsi Aceh.
"Apalagi Kota Banda Aceh sudah dikenal sebagai kota pintar dan cyber city. Sudah seharusnya, sekolah di Kota Banda Aceh siap melaksanakan UN berbasis komputer," kata Farid Nyak Umar.
Sementara itu, Sekretaris Ujian Nasional Provinsi Aceh Zulkarnaini mengatakan dari 980 SMA, SMK, sederajat yang melaksanakan UN, hanya tidak sekolah yang siap menggelar UN berbasis komputer.
Tiga sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer tersebut, yakni dua di Aceh Barat, yaitu MK Negeri 1 Meulaboh dan SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh. Serta satu di Aceh Singkil, yakni SMKN 1 Singkil Utara.
"Sebenarnya, ada 30 sekolah yang diusulkan untuk menggelar UN berbasis komputer. Namun, yang siap hanya tiga sekolah. Itu pun semuanya di luar Banda Aceh. Sedangkan di Papua saja ada 10 sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer," kata Zulkarnaini.
"Dari informasi yang kami terima, semua sekolah di Kota Banda Aceh tidak siap melaksanakan UN berbasis komputer. Mereka tidak siap dengan beragam alasan," kata Farid Nyak Umar di Banda Aceh, Selasa.
Di antara alasan tidak siap tersebut, kata dia, komputer tidak mencukupi. Begitu juga jaringan server, ada sekolah yang tidak memiliki komputer induk tersebut.
"Tidak hanya itu, ada sekolah juga khawatir sumber daya listrik. Kekhawatiran itu beralasan karena listrik sering padam. Dan kami memaklumi alasan tersebut," kata dia.
Oleh karena itu, ketua komisi membidangi masalah pendidikan ini berharap sekolah di Banda Aceh siap melaksanakan UN berbasis komputer. Sebab, sekolah di Kota Banda Aceh merupakan contoh bagi sekolah di daerah lainnya di Provinsi Aceh.
"Apalagi Kota Banda Aceh sudah dikenal sebagai kota pintar dan cyber city. Sudah seharusnya, sekolah di Kota Banda Aceh siap melaksanakan UN berbasis komputer," kata Farid Nyak Umar.
Sementara itu, Sekretaris Ujian Nasional Provinsi Aceh Zulkarnaini mengatakan dari 980 SMA, SMK, sederajat yang melaksanakan UN, hanya tidak sekolah yang siap menggelar UN berbasis komputer.
Tiga sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer tersebut, yakni dua di Aceh Barat, yaitu MK Negeri 1 Meulaboh dan SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh. Serta satu di Aceh Singkil, yakni SMKN 1 Singkil Utara.
"Sebenarnya, ada 30 sekolah yang diusulkan untuk menggelar UN berbasis komputer. Namun, yang siap hanya tiga sekolah. Itu pun semuanya di luar Banda Aceh. Sedangkan di Papua saja ada 10 sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer," kata Zulkarnaini.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.