Meulaboh (ANTARA Aceh) - Mantan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD-I) Partai Golkar, Provinsi Aceh Zuriat Suparjo menyatakan bersyukur atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) yang membatalkan SK Menkumham terkait pengesahan Munas Ancol Kubu Agung Laksono.

"Saya sebagai kader Golkar tentu merasa bersyukur atas semua putusan PTUN di Jakarta, pada prinsipnya kami didaerah tentu menyadari se-sadar-sadarnya bahwa apapun keputusan yang diambil pengadilan adalah putusan pemerintah,"katanya dalam acara syukuran di kediamannya di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu.

Zuriat Suparjo adalah pengurus DPD I Golkar Aceh, dirinya dengan Sulaiman Abda (Ketua DPD I Golkar Aceh) peserta Munas Ancol dan dipecat oleh ketua umum versi Munas Bali Abu Rizal Bakri (Ical) dari kepengurusan parpol setelah keduanya menyatakan sikap mendukung kubu Agung Laksono.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya pemecatan terhadap dirinya karena berpegang pada surat Menkumham mengesahkan kepegurusan Munas Ancol, berdasarkan pleno harian dirinya bersama Sulaiman Abda membuat surat untuk mendukung dan merapat kepada kubu Agung Laksono.

Zuriat Suparjo mengatakan ajakan damai (islah) dari pengurusan Agung Laksono harus segera dilaksanakan karena itu yang terbaik karena keduanya merupakan kader nasional terbaik partai Golkar.

"Sesuanguhnya Golkar di Aceh tidak pecah, tapi karena dipusat pecah sehingga ikut alur itu dan sampai hari ini kami juga tidak ada pijakan, segerakan realisasi keputusan bahwa PTUN itu benar atau Menkumham itu yang benar. Kami sampaikan bahwa mendukung kedua-duanya,"tegasnya.

Zuriat Suparjo yang juga anggota DPR Aceh ini mengatakan, semua kader partai Golkar di Aceh masih bimbang untuk berpijak pada pengurusan salah satu tokoh politisi tersebut yang masih saling tarik ulur kepemimpinan.

Dirinya memintakan, kedua kubu pimpinan partai untuk segera menuntaskan masalah sampai pada akhirnya kader didaerah menjadi aset utama kemenangan partai dimasa mendatang.

Tegasnya, terpecahnya dua kubu kepemimpinan ini dapat membuat kader beralih kepada partai politik lain dan hal ini sangat berbahaya bagi kepentingan parpol karena dapat membawa kepada kehancuran Golkar.

"Kami didaerah panutan itu tidak berdasarkan pusat, mungkin kalau tidak lagi sebagian kader Golkar juga simpatisan tidak lagi mendukung partai. Sebuah partai yang membuang kader akan membuat kerugian besar partai itu sendiri,"katanya menambahkan.

Zuriat berharap, kedepan muncul sebuah putusan yang lebih berkualitas sehingga dasar itu para kader dan pengurus partai di provinsi ujung barat Indonesia itu kembali kepada satu pemimpin yang mengayomi semua kader.

Katanya, basis parpol apapun itu, simpatisan dan kader yang punya militan didaerah yang memenangkan partai tersebut, karenanya diimbau kedua kubu segera menyelesaikan konflik agar partai berlambang pohon beringin ini terus mendapat kemenangan.

Apabila kisruh dipengurus pusat tidak kunjung reda, maka akan sangat sulit mengayomi dan menyatukan bermacam penafsiran kader partai, putusan PTUN juga dianggap belum berkualitas sehingga sampai saat ini belum ada pegangan kuat bagi kader lain menyeberang kepihak mana.

"Syukuran ini adalah niatan karena saya mendapat suara terbanyak di wilayah barat selatan Aceh pada pileg lalu, disamping doa yang saya selengarakan mulai nanti malam untuk islah partai,"katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026