Aceh Timur (ANTARA) - Puluhan ulama dari beberapa kabupaten/kota di Aceh berkumpul di Aceh Timur membahas berbagai persoalan umat dalam kegiatan muzakarah.
Muzakarah dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Dayah Al Maimanah, Gampong Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, Minggu.
Muzakarah dipandu Tgk H Abdul Manan atau Abu Blang Jruen. Dalam pertemuan tersebut, para ulama membahas berbagai persoalan umat yang terus menjadi perdebatan/
Seperti perbedaan pendapat mengenai pengertian air mutlak dan hukum bersuci dengan air mineral di dalam botol. Persoalan lainnya yang dibahas juga mengenai hitungan saf wanita di belakang saf pria dalam salat jenazah.
Selain itu, ikut dibahas hukum atas sikap masyarakat yang menikahi atau menuntut penutupan malu dalam kasus pemerkosaan anak di bawah umur dari sudut pandang Islam.
Dalam kesempatan tersebut, para ulama juga membahas mengenai pakaian pria di dalam salat dan diluar salat yang menutupi dua mata kaki.
Ketua Panitia Muzakarah Ulama Tgk Aiyub Sami mengatakan hasil muzakarah nantinya akan dirumuskan menjadi kesimpulan. Nantinya juga akan menjadi rekomendasi yang tembusannya ikut diberikan ke pemerintah melalui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat.
“Muzakarah mengedepankan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. Bahkan seluruh panitia dan santri yang terlibat dalam muzakarah itu telah melakukan vaksinasi sebagai program pemerintah dalam mencegah penularan wabah COVID-19,” kata Tgk Aiyub Sami.
Ia mengatakan muzakarah dengan mengundang jamaah dan alim ulama tersebut murni diselenggarakan Dayah Al Maimanah yang dipimpin Tgk H Abdul Wahab yang akrab disapa Abu Keude Dua.
Ulama yang hadir antara lain Tgk H M Ali (Abu Paya Pasi/Aceh Timur), Tgk H Abdul Manan (Abu Blang Jruen/Aceh Utara), Tgk H Sofyan (Abon Arongan/Bireun), Tgk H Ishak Ahmad (Abu Langkawi/Aceh Utara).
Kemudian, Tgk Burhanuddin (Abah Buket Kawat/Aceh Timur), Tgk H M Djafar (Abi Lueng Angen/Aceh Utara), dan Tgk H M Daud Hasbi (Abi Lueng Putu/Pidie Jaya).
Selanjutnya, Tgk Jamaluddin (Abon Jamal Gaseh Sayang/Aceh Timur), Tgk H Idris (Abu Julok/Aceh Timur). Tgk H Muhammad Ismi, Lc (Abu Madinah/Banda Aceh).
Serta Tgk H Muhammad Yusuf (Abu Paloh Batee), Tgk H Abdullah Ibrahim (Abu Tanjong Bungong), dan Tgk H Abdul Wahab (Abu Keude Dua/Aceh Timur) serta para pimpinan dayah dalam wilayah Aceh Timur dan luar Aceh Timur.
