Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, menanam sebanyak 300 bibit pohon berbagai jenis sebagai upaya untuk pemulihan wilayah pascabencana hidrometeorologi di daerah tersebut.

Penanaman pohon dipusatkan di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat. Gampong Seunong merupakan wilayah terdampak parah bencana banjir bandang akhir November 2025.

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan penanaman pohon tersebut sebagai upaya pemerintah daerah dalam mendukung proses pemulihan lingkungan pascabencana. 

"Banjir dan longsor yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan kerusakan lingkungan, termasuk matinya sejumlah pohon dan menurunnya fungsi ekologis kawasan," katanya.

Baca juga: Masa tanggap darurat bencana Pidie Jaya diperpanjang lagi

Ia menyebutkan pohon yang ditanam dengan jenis pohon berakar tunggal memiliki daya tahan kuat dan mampu menopang tanah secara optimal diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekologis, sosial, maupun keberlanjutan lingkungan di daerah tersebut.

"Penanaman pohon ini menjadi langkah awal penghijauan kembali alam yang terdampak bencana. Upaya tersebut bertujuan untuk memulihkan kualitas lingkungan, memperbaiki struktur tanah dan tata air, serta memperkuat mitigasi risiko bencana hidrometeorologi," kata Sibral Malasyi.

Bupati Pidie Jaya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh serta jajaran TNI atas inisiasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. 

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan pemulihan dan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan, kata Bupati Pidie Jaya.

"Pemerintah daerah berharap, seluruh pohon yang telah ditanam dapat dijaga dan dirawat bersama agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang," kata Sibral Malasyi.


Baca juga: Polri salurkan bantuan Al Quran kepada pesantren terdampak banjir



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026