Langsa (ANTARA Aceh) - Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Kabupaten Aceh Timur Iskandar meminta masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kemerdekaan Indonesia sebagai momentum merajut persatuan dan merawat perdamaian yang sedang berjalan di Aceh.
"Mari kita bangkit dari keterpurukan akibat konflik berkepanjangan. Saatnya merajut persatuan dan merawat perdamaian agar masyarakat bisa terus bekerja mengisi kemerdekaan dengan pembangunan menuju masyarakat yang bersatu, adil dan makmur," katanya di Langsa, Rabu.
Ia menyatakan, Aceh harus bangkit dari keterpurukan sosial dan ekonomi akibat konflik bersenjata berkepanjangan yang mendera Aceh selama 32 tahun lebih.
Ia juga berharap dengan momentum peringatan HUT RI agar dapat dijadikan upaya meningkatkan rasa kebangsaan dan nasionalisme dalam membangun masyarakat Aceh yang bersatu, adil, sejahtera, bermartabat dan religius.
Pihaknya, lanjut Iskandar, dalam menyemarakkan HUT ke-70 RI, memasang spanduk rentang dan puluhan Bendera Merah Putih di tujuh jembatan dalam kawasan jalan lintas nasional Medan, Sumatera Utara-Banda Aceh.
"Kita semarakkan HUT RI dengan memasang sejumlah spanduk dan bendera di jembatan di kawasan jalan nasional dalam wilayah Aceh Timur. Dimana, bendera itu kita pasang di sisi kanan dan kiri spanduk," katanya.
Titik awal pemasangan spanduk, sambungnya, dimulai dari jembatan Birem Bayeun, Alue Nireh hingga Simpang Ulim. Dimana, Ormas PETA melibatkan puluhan orang anggotanya dengan berkonvoi menggunakan kenderaan roda dua jenis sepeda motor.
Iskandar menyatakan, pemasangan spanduk dimaksud bertujuan mengajak segenap masyarakat Aceh Timur khususnya, untuk lebih memaknai arti kemerdekaan yang telah direbut dari tangan penjajah oleh para pejuang dan pendahulu.
Spanduk dimaksud bertuliskan "Dirgahayu Republik Indonesia ke-70" dan mengusung thema "Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita tingkatkan semangat kerja untuk Indonesia yang lebih maju."
"Ini bentuk partisipasi masyarakat sipil memeriahkan HUT RI, karena dengan adanya kemerdekaan kita sebagai rakyat Indonesia bisa merasakan beragam makna dan nilai kehidupan sebagai manusia yang merdeka," jelas Iskandar.
"Mari kita bangkit dari keterpurukan akibat konflik berkepanjangan. Saatnya merajut persatuan dan merawat perdamaian agar masyarakat bisa terus bekerja mengisi kemerdekaan dengan pembangunan menuju masyarakat yang bersatu, adil dan makmur," katanya di Langsa, Rabu.
Ia menyatakan, Aceh harus bangkit dari keterpurukan sosial dan ekonomi akibat konflik bersenjata berkepanjangan yang mendera Aceh selama 32 tahun lebih.
Ia juga berharap dengan momentum peringatan HUT RI agar dapat dijadikan upaya meningkatkan rasa kebangsaan dan nasionalisme dalam membangun masyarakat Aceh yang bersatu, adil, sejahtera, bermartabat dan religius.
Pihaknya, lanjut Iskandar, dalam menyemarakkan HUT ke-70 RI, memasang spanduk rentang dan puluhan Bendera Merah Putih di tujuh jembatan dalam kawasan jalan lintas nasional Medan, Sumatera Utara-Banda Aceh.
"Kita semarakkan HUT RI dengan memasang sejumlah spanduk dan bendera di jembatan di kawasan jalan nasional dalam wilayah Aceh Timur. Dimana, bendera itu kita pasang di sisi kanan dan kiri spanduk," katanya.
Titik awal pemasangan spanduk, sambungnya, dimulai dari jembatan Birem Bayeun, Alue Nireh hingga Simpang Ulim. Dimana, Ormas PETA melibatkan puluhan orang anggotanya dengan berkonvoi menggunakan kenderaan roda dua jenis sepeda motor.
Iskandar menyatakan, pemasangan spanduk dimaksud bertujuan mengajak segenap masyarakat Aceh Timur khususnya, untuk lebih memaknai arti kemerdekaan yang telah direbut dari tangan penjajah oleh para pejuang dan pendahulu.
Spanduk dimaksud bertuliskan "Dirgahayu Republik Indonesia ke-70" dan mengusung thema "Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita tingkatkan semangat kerja untuk Indonesia yang lebih maju."
"Ini bentuk partisipasi masyarakat sipil memeriahkan HUT RI, karena dengan adanya kemerdekaan kita sebagai rakyat Indonesia bisa merasakan beragam makna dan nilai kehidupan sebagai manusia yang merdeka," jelas Iskandar.
Pewarta: Pewarta : Putra ZulfirmanUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.