Blangpidie (ANTARA Aceh) - Pembangunan jalan lebar 30 meter yang panjangnya sekitar 71 kilometer sepertinya akan segera terwujud di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dengan telah dimulainya pekerjaan dikawasan Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, pada tahun anggaran 2015 ini.
“Saya sangat senang setelah meninjau langsung pembangunan jalan lebar 30 meter ini, karena, sebelumnya saya hanya mendengar laporan saja,†kata Bupati Abdya, Jufri Hassannuddin di sela-sela acara peninjauan pembangunan jalan strategis lebar 30 meter di Blangpidie, Rabu.
Peninjauan pembangunan jalan strategis tersebut turut di dampingi oleh Wakil Bupati Abdya, Erwanto, Ketua Komisi A DPRK Abdya, Iskandar, ketua Fraksi Aceh, Zaman Akli, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Rahwadi, Kabig Bina Marga dan sejumlah tim teknis dan pengawas proyek pada dinas PU setempat.
Bupati Abdya menambahkan, pembangunan jalan lebar 30 meter dengan panjang sekitar 71 kilometer tersebut di mulai dari desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot hingga ke perbatasan Kabupaten Abdya dengan Aceh Selatan di Kecamatan Lembah Sabil, direncanakan, pada tahun 2017 mendatang sudah rampung dikerjakan.
“tahun 2015 ini target kita pembangunan jalan strategis ini sampai ke kawasan Lama Muda dulu dengan anggaran Rp. 75 milyar, sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan usulan daerah pada APBN-P 2015, ditambah lagi dengan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebesar, Rp. 10 milyar,â€katanya
Jalan strategis yang kini sedang dikerjakan oleh pihak rekanan tersebut terletak di atas hamparan perkebunan sawit rakyat yang dimulai dari Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot menuju Lama Muda, Kuta Kuala, Kecamatan Kuala Bate hingga ke persimpangan jembatan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.
Kemudian, dari Pulau Kayu, ke Desa Cot Jirat, Kecamatan Jumpa terus melintasi di depan pendopo bupati baru, Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie, menuju ke kawasan perkantoran Pemkab Abdya melalui pinggiran bukit-bukit kecil menuju Kecamatan Setia, Tangan-Tangan, Manggeng hingga Kecamatan Lembah Sabil di perbatasan Kabupaten Aceh Selatan.
“jadi, untuk tahun depan kita tambahkan lagi pembangunannya dari Lama Muda hingga ke Lembah Sabil. Jadi, pada tahun 2016 kita targetkan anggaran sebesar Rp. 200 milyar. Insya Allah, pada akhir masa jabatan saya, 2017, jalan lebar lintasan strategis ini sudah selesai di bangun,†kata bupati.
Ditambahkan, program pembangunan jalan strategis yang kini sedang tahap pekerjaan, bukan hanya jalan lintasan antara barat dan timur Abdya saja. Akan tetapi, pembangunan jalan tersebut tembus ke lokasi pelabuhan Surin di kawasan Lama Muda, karena, tujuan dibangun insfratuktur tersebut untuk perkembangan kawasan dan untuk meningkatkan ekonomi rakyat.
“jika jalan ini sudah selesai, maka, Abdya akan menjadi pintu masuk perdangangan tingkat Nasional dan Internasional, apalagi ditunjang oleh pemerintah pusat dengan tol laut, pelabuhan Teluk Surin, dan ditambah lagi dengan letak Abdya yang sangat strategis yang dikelilingi oleh delapan Kabupaten lain diwilayah Barat-Selatan, Aceh,†jelasnya
Sistim pekerjaan badan jalan lebar 30 meter tersebut terlihat badan jalan di kerok dengan mengunakan alat berat sedalam 1 sampai dengan 2 meter. Setelah terbuka lebar, para pekerja memasangkan geotexstile untuk perkuatan timbunan pada daerah rawa yang selanjutnya ditimbun dengan kontruksi timbunan pilihan.
“Dalam melaksanakan program-program besar itu tidak semudah membalik telapak tangan, akan tetapi butuh kesabaran, fokus dan serius serta kosentrasi pada program, Alhamdulillah sekarang sudah tercapai. Tetapi, kalau masyarakat tidak sabar kondisi daerah terombang ambing pasti apa yang direncanakan pemerintah tidak akan tergapai,â€katanya
Bupati juga memaparkan, pembangunan jalan strategis tersebut merupakan hasil dari buah bibir segelintir tokoh politik Abdya yang selama ini sering mengkritisi dirinya, dan bahkan sampai di anggap tidak mampu melakukan pembangunan serta di anggap bupati sering keluar daerah.
“inilah hasil yang saya bawa pulang dari luar daerah, inilah buah dari hasil kesabaran, buah dari hasil kecurigaan dan buah dari orang yang melihat kita tidak mampu. Padahal mereka sendiri tidak mengerti yang bahwa seorang pemimpin tetap memiliki konsekuensi dari suatu perbuatan yang harus diperlihatkan,â€kata bupati.
Terpisah, ketua fraksi Aceh DPRK Abdya, Zaman Akli, mengakui kalau, selama ini ada rumor yang berkembang yang bahwa kinerja Pemkab Abdya masih berjalan di tempat. Rumor itu sangat tidak benar, bahkan itu pernyataan yang tidak tepat. karena, kalau dikatakan banyak program belum terselesaikan itu wajar dan memang benar yang harus diselesaikan dimas mendatang.
“Artinya begini, sekarang cukup banyak terobosan baru yang dilakukan Bupati Abdya, seperti pembangunan jalan strategis lebar 30 meter dengan panjangnya 71 kilometer. Dan begitu juga dengan program keagamaan yang setiap tahun selalu di anggarkan angaran pembangunan oleh pemerintah. Dan ini masih belum cukup dan perlu dibantu lebih banyak lagi, masih banyak lagi yang harus dibantu oleh pemkab Abdya ke depan,†katanya
Ia menyatakan, program pembangunan insfratuktur jalan lebar dengan panjang 71 kilometer yang kini sedang dikerjakan itu tidak mudah didapatkan oleh daerah lain, karena membutuhkan anggaran ratusan milyaran dan butuh lobi yang kuat di tingkat pusat.
“jadi, kalau menurut saya wajar saja Bupati Jufri sering keluar daerah, karena, anggaran di pusat itu kalau tidak kita minta atau lobi mana mungkin kita dapatkan begitu saja, masih banyak daerah lain di nusantara ini yang butuh pembangunan,†kata anggota Dewan dari Partai Aceh
Politisi Partai Aceh tersebut meminta masyarakat mendukung percepatan pembangunan jalan strategi yang sedang dikerjakan itu, sebab, jika pembangunannya cepat rampung maka bisa meningkatkan perekonomian Kabupaten Abdya secara signifikan.
“Coba bayangkan jika jalan lebar 30 meter itu selesai di bangun sampai dengan di aspal hotmix. Selain dapat memudahkan kita keperkebunan, juga akan banyak aktifitas perekonomian yang akan tumbuh di masyarakat terutama pada jalur yang dilaluinya. Jadi, kita harus dukung program bupati Abdya itu,â€dmikian Zaman Akli.
“Saya sangat senang setelah meninjau langsung pembangunan jalan lebar 30 meter ini, karena, sebelumnya saya hanya mendengar laporan saja,†kata Bupati Abdya, Jufri Hassannuddin di sela-sela acara peninjauan pembangunan jalan strategis lebar 30 meter di Blangpidie, Rabu.
Peninjauan pembangunan jalan strategis tersebut turut di dampingi oleh Wakil Bupati Abdya, Erwanto, Ketua Komisi A DPRK Abdya, Iskandar, ketua Fraksi Aceh, Zaman Akli, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Rahwadi, Kabig Bina Marga dan sejumlah tim teknis dan pengawas proyek pada dinas PU setempat.
Bupati Abdya menambahkan, pembangunan jalan lebar 30 meter dengan panjang sekitar 71 kilometer tersebut di mulai dari desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot hingga ke perbatasan Kabupaten Abdya dengan Aceh Selatan di Kecamatan Lembah Sabil, direncanakan, pada tahun 2017 mendatang sudah rampung dikerjakan.
“tahun 2015 ini target kita pembangunan jalan strategis ini sampai ke kawasan Lama Muda dulu dengan anggaran Rp. 75 milyar, sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan usulan daerah pada APBN-P 2015, ditambah lagi dengan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebesar, Rp. 10 milyar,â€katanya
Jalan strategis yang kini sedang dikerjakan oleh pihak rekanan tersebut terletak di atas hamparan perkebunan sawit rakyat yang dimulai dari Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot menuju Lama Muda, Kuta Kuala, Kecamatan Kuala Bate hingga ke persimpangan jembatan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.
Kemudian, dari Pulau Kayu, ke Desa Cot Jirat, Kecamatan Jumpa terus melintasi di depan pendopo bupati baru, Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie, menuju ke kawasan perkantoran Pemkab Abdya melalui pinggiran bukit-bukit kecil menuju Kecamatan Setia, Tangan-Tangan, Manggeng hingga Kecamatan Lembah Sabil di perbatasan Kabupaten Aceh Selatan.
“jadi, untuk tahun depan kita tambahkan lagi pembangunannya dari Lama Muda hingga ke Lembah Sabil. Jadi, pada tahun 2016 kita targetkan anggaran sebesar Rp. 200 milyar. Insya Allah, pada akhir masa jabatan saya, 2017, jalan lebar lintasan strategis ini sudah selesai di bangun,†kata bupati.
Ditambahkan, program pembangunan jalan strategis yang kini sedang tahap pekerjaan, bukan hanya jalan lintasan antara barat dan timur Abdya saja. Akan tetapi, pembangunan jalan tersebut tembus ke lokasi pelabuhan Surin di kawasan Lama Muda, karena, tujuan dibangun insfratuktur tersebut untuk perkembangan kawasan dan untuk meningkatkan ekonomi rakyat.
“jika jalan ini sudah selesai, maka, Abdya akan menjadi pintu masuk perdangangan tingkat Nasional dan Internasional, apalagi ditunjang oleh pemerintah pusat dengan tol laut, pelabuhan Teluk Surin, dan ditambah lagi dengan letak Abdya yang sangat strategis yang dikelilingi oleh delapan Kabupaten lain diwilayah Barat-Selatan, Aceh,†jelasnya
Sistim pekerjaan badan jalan lebar 30 meter tersebut terlihat badan jalan di kerok dengan mengunakan alat berat sedalam 1 sampai dengan 2 meter. Setelah terbuka lebar, para pekerja memasangkan geotexstile untuk perkuatan timbunan pada daerah rawa yang selanjutnya ditimbun dengan kontruksi timbunan pilihan.
“Dalam melaksanakan program-program besar itu tidak semudah membalik telapak tangan, akan tetapi butuh kesabaran, fokus dan serius serta kosentrasi pada program, Alhamdulillah sekarang sudah tercapai. Tetapi, kalau masyarakat tidak sabar kondisi daerah terombang ambing pasti apa yang direncanakan pemerintah tidak akan tergapai,â€katanya
Bupati juga memaparkan, pembangunan jalan strategis tersebut merupakan hasil dari buah bibir segelintir tokoh politik Abdya yang selama ini sering mengkritisi dirinya, dan bahkan sampai di anggap tidak mampu melakukan pembangunan serta di anggap bupati sering keluar daerah.
“inilah hasil yang saya bawa pulang dari luar daerah, inilah buah dari hasil kesabaran, buah dari hasil kecurigaan dan buah dari orang yang melihat kita tidak mampu. Padahal mereka sendiri tidak mengerti yang bahwa seorang pemimpin tetap memiliki konsekuensi dari suatu perbuatan yang harus diperlihatkan,â€kata bupati.
Terpisah, ketua fraksi Aceh DPRK Abdya, Zaman Akli, mengakui kalau, selama ini ada rumor yang berkembang yang bahwa kinerja Pemkab Abdya masih berjalan di tempat. Rumor itu sangat tidak benar, bahkan itu pernyataan yang tidak tepat. karena, kalau dikatakan banyak program belum terselesaikan itu wajar dan memang benar yang harus diselesaikan dimas mendatang.
“Artinya begini, sekarang cukup banyak terobosan baru yang dilakukan Bupati Abdya, seperti pembangunan jalan strategis lebar 30 meter dengan panjangnya 71 kilometer. Dan begitu juga dengan program keagamaan yang setiap tahun selalu di anggarkan angaran pembangunan oleh pemerintah. Dan ini masih belum cukup dan perlu dibantu lebih banyak lagi, masih banyak lagi yang harus dibantu oleh pemkab Abdya ke depan,†katanya
Ia menyatakan, program pembangunan insfratuktur jalan lebar dengan panjang 71 kilometer yang kini sedang dikerjakan itu tidak mudah didapatkan oleh daerah lain, karena membutuhkan anggaran ratusan milyaran dan butuh lobi yang kuat di tingkat pusat.
“jadi, kalau menurut saya wajar saja Bupati Jufri sering keluar daerah, karena, anggaran di pusat itu kalau tidak kita minta atau lobi mana mungkin kita dapatkan begitu saja, masih banyak daerah lain di nusantara ini yang butuh pembangunan,†kata anggota Dewan dari Partai Aceh
Politisi Partai Aceh tersebut meminta masyarakat mendukung percepatan pembangunan jalan strategi yang sedang dikerjakan itu, sebab, jika pembangunannya cepat rampung maka bisa meningkatkan perekonomian Kabupaten Abdya secara signifikan.
“Coba bayangkan jika jalan lebar 30 meter itu selesai di bangun sampai dengan di aspal hotmix. Selain dapat memudahkan kita keperkebunan, juga akan banyak aktifitas perekonomian yang akan tumbuh di masyarakat terutama pada jalur yang dilaluinya. Jadi, kita harus dukung program bupati Abdya itu,â€dmikian Zaman Akli.
Pewarta: Pewarta : SuprianUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.