Meulaboh (ANTARA Aceh) - Tim terpadu Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan razia gas elpiji subsidi 3 kilogram pada pangkalan dan sejumlah tempat untuk menindak lanjuti laporan warga adanya indikasi penyalahgunaan gas untuk rakyat miskin itu.

Ketua DPRK Aceh Barat Ramli yang memimpin kegiatan tersebut di Meulaboh, Rabu, menyatakan, tim melakukan pemeriksaan langsung tabung gas yang sudah tidak bersegel pada pangkalan untuk mencari pembenaran pencabutan segel itu untuk mengelabui masyarakat sebagaimana dilaporkan.

"Ini sulit kita ungkap karena kita yakin ada bocoran informasi yang sampai ke telinga pemilik pangkalan maupun usaha warung-warung besar yang menggunakan gas 3 kg. Terbukti ada satu warung penjualan mie bakso, usaha mereka ini sudah menengah atas makanya disita sama polisi," katanya.

Gabungan tim terpadu ini terdiri dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) serta Kepolisian sebagai eksekutor mengamankan barang bukti saat ditemukan pada tempat yang tidak sesuai peruntukan.

Senada juga diutarakan Ketua Komisi-B DPRK Aceh Barat Masrizal. menurut dia selama ini di kawasan itu belum dilakukan pengawasan intensif dan berkelanjutan sehingga aturan yang selama ini ada namun tidak mampu menekan terjadinya penyalahgunaan barang bersubsidi.

"Saya pikir ini perlu evaluasi dan dibentuk tim pengawas yang bekerja secara berkelanjutan, selama ini kalaupun ada namun hanya sebatas menyurati pihak-pihak tertentu, harusnya ada tim terpadu yang mengawasi penyaluran secara berkelanjutan," tegasnya.

Kalangan DPRK Aceh Barat juga mendapatkan laporan adanya dugaan tindak kejahatan melakukan pemindahan gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg nonsubsidi (oplosan), namun semua itu belum dapat dibuktikan karena tidak ada temuan.

Sementara itu Kepala Disperindagkop Aceh Barat Adami Umar menambahkan, untuk kuota penyaluran gas subsidi ke wilayah itu sudah mencukupi, malahan bisa dikatakan lebih dari jumlah data penerima manfaat yang sebenarnya.

"Kalau dilihat dari setiap satu putaran gas 3 kg di Aceh Barat distribusinya sebanyak 60 ribu tabung, kemudian dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin Aceh Barat hanya ada sekitar 15 ribu KK, inikan mustahil tidak cukup," sebutnya.

Kata Adami, menyangkut ada temuan disalah satu warung mie bakso tersebut sebelumya pernah disurati agar tidak menggunakan lagi elpiji subsidi 3 kg namun masih saja dilakukan, menindak lanjuti temuan itu pihaknya akan melakukan evaluasi izin usaha.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026