Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Anggota DPRK Banda Aceh Irwansyah mengatakan kehadiran Trans Koetaraja, angkutan massal dalam kota itu  agar menjadi solusi kemacetan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

"Kehadiran angkutan massal Trans Koetaraja harus menjadi solusi mengatasi kemacetan. Jangan sebaliknya, malah memperparah kemacetan di Kota Banda Aceh," kata Irwansyah di Banda Aceh, Rabu.

Oleh karena itu, Anggota Komisi C DPRK Banda Aceh ini mengingatkan Pemerintah Kota Banda Aceh agar mempersiapkan semaksimal mungkin kehadiran anggota publik Trans Koetaraja tersebut.

Irwansyah yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebutkan Trans Koetaradja mulai beroperasi pada Januari 2016. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mendukung operasional bus angkutan dalam kota tersebut.

Persiapan yang harus dilakukan, sebut Irwansyah, koridor yang dilalui Trans Koetraja. Koridor ini harus saling berhubungan dengan angkutan kota lainnya.

Selain itu, jalur yang dilakui Trans Koetaraja harus bebas hambatan. Kemudian bebas dari parkir serta ketersediaan halte di sepanjang jalur yang dilalui. Termasuk jumlah bus yang memadai.

"Jika ini tidak dipersiapkan secara matang, maka kehadiran Trans Koetaraja malah menjadi sumber kemacetan baru," ungkap Ketua Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh itu.

Selain itu, lanjut dia, juga harus dipikirkan jumlah busnya. Jika bus yang dioperasionalkan terlalu banyak dan ukuran busnya yang besar tentu harus didukung dengan besar kecilnya ruas jalan.

Begitu juga dengan akses masyarakat, pelajar maupun mahasiswa dari tempat pemberhentian bus atau halte, kata dia, jangan terlalu jauh dengan kawasan tujuan mereka.

Jika haltenya terlalu jauh dengan tempat yang dituju, justru akan menimbulkan keengganan pengguna jasa menggunakan Trans Koetaraja.

"Misalnya, rute ke Kampus atau Darussalam, maka akses ke fakultas-fakultas dalam lingkungan kampus jangan terlalu jauh. Begitu juga dengan pelajar, haltenya tidak terlalu jauh dari sekolah mereka," kata Irwansyah.

Irwansyah mengakui sebagai kota yang sedang berkembang, dengan penambahan jumlah volume kendaraan pribadi begitu tinggi, maka transportasi publik menjadi cara mengurai kemacetan di Kota Banda Aceh.

"Transportasi massal yang dikembangkan untuk mengalihkan kebiasaan masyarakat dari menggunakan kendaraan pribadi kepada angkutan publik harus bisa memenuhi keinginan dan kenyamanan bagi masyarakat, sehingga keberadaannya tidak menjadi sia-sia," kata Irwansyah.



Pewarta: Pewarta : M Haris SA
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026