Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Harga cabai merah di tingkat pedagang tradisional di Kabupaten Aceh Utara memasuki awal bulan Desember 2015 mengalami kenaikan dari Rp22 ribu menjadi Rp30 ribu/Kg, karena pasokan terbatas, sementara permintaan meningkat.
Anwar, pedagang di Pasar Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Selasa mengatakan, kenaikan harga cabai merah tersebut diakibatkan karena rendahnya pasokan barang dari petani lokal yang terjadi sejak sepekan terakhir.
"Sudah sejak sepekan terakhir ini, harga cabai mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan karena ketersedian barang dalam jumlah yang sedikit, sedangkan permintaan lumayan tinggi," ujar Anwar.
Anwar menambahkan, meskipun harga naik, namun persediaan cabai merah masih memenuhi permintaan pasar.
Saat memasuki bulan Desember, pasokan cabai merah dari petani lokal di Aceh Utara sangat menurun, sedangkan permintaan pasar cukup tinggi, yaitu mencapai ratusan kilogram setiap hari.
"Selama bulan Desember ini, pasokan cabai merah dari petani yang ada di Kabupaten Aceh Utara sangat menurun, bahkan permintaan pasar cukup tinggi, sehingga bumbu dapur itu harus dipasok dari daerah lain," tutur Anwar.
Tambahnya, dalam setiap harinya, cabai merah tersebut terjual 50 sampai 100 kilogram, sehingga untuk memenuhi permintaan pasar, dirinya harus memasok bumbu dapur tersebut dari Provinsi Sumatra Utara.
Salah seorang warga Gampong (desa) Keude Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Bustami mengatakan, kenaikan harga cabai merah tersebut sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.
"Cabai merah itu sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat, kalau harganya naik maka sangat cukup membuat gundah bagi orang-orang yang berpenghasilan rendah. Kami sangat berharap seluruh harga pokok bisa lebih ekonomis dan terjangkau," ujar Bustami.
Anwar, pedagang di Pasar Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Selasa mengatakan, kenaikan harga cabai merah tersebut diakibatkan karena rendahnya pasokan barang dari petani lokal yang terjadi sejak sepekan terakhir.
"Sudah sejak sepekan terakhir ini, harga cabai mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan karena ketersedian barang dalam jumlah yang sedikit, sedangkan permintaan lumayan tinggi," ujar Anwar.
Anwar menambahkan, meskipun harga naik, namun persediaan cabai merah masih memenuhi permintaan pasar.
Saat memasuki bulan Desember, pasokan cabai merah dari petani lokal di Aceh Utara sangat menurun, sedangkan permintaan pasar cukup tinggi, yaitu mencapai ratusan kilogram setiap hari.
"Selama bulan Desember ini, pasokan cabai merah dari petani yang ada di Kabupaten Aceh Utara sangat menurun, bahkan permintaan pasar cukup tinggi, sehingga bumbu dapur itu harus dipasok dari daerah lain," tutur Anwar.
Tambahnya, dalam setiap harinya, cabai merah tersebut terjual 50 sampai 100 kilogram, sehingga untuk memenuhi permintaan pasar, dirinya harus memasok bumbu dapur tersebut dari Provinsi Sumatra Utara.
Salah seorang warga Gampong (desa) Keude Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Bustami mengatakan, kenaikan harga cabai merah tersebut sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.
"Cabai merah itu sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat, kalau harganya naik maka sangat cukup membuat gundah bagi orang-orang yang berpenghasilan rendah. Kami sangat berharap seluruh harga pokok bisa lebih ekonomis dan terjangkau," ujar Bustami.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.