Meulaboh (ANTARA Aceh) - Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, cenderung stabil karena pasokan barang dan permintaan pasar relatif normal dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Perindag pada Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Aceh Barat Cut Titi Herawati Rahmah, di Meulaboh, Kamis mengatakan, kondisi harga sembako stabil setelah terjadi kenaikan sejak awal Januari 2016.

"Kondisi harga sembako stabil , hingga pekan ke IV Februari 2016 tidak ada terjadi kenaikan ataupun mata barang yang turun. Kalaupun ada aktivitas pembongkaran pasar lama, itu tidak mempengaruhi harga sembako," katanya.

Cut Titi merincikan untuk harga beras kebanyakan masih dijual borongan Rp10.800 per kilogram dan Rp11.000/Kg untuk harga enceran beras kualitas I/A. Harga enceran gula pasir dalam negeri Rp13.000/Kg dan gula pasir dalam negeri Rp12.000/Kg.

Kemudian untuk harga minyak goreng Bimoli botol (2.000 ml) Rp30.000/botol, kemudian migor tanpa merk (malinda) Rp10.000/liter. Daging sapi Rp130.000/Kg, daging ayam broiler Rp60.000/ekor dan daging ayam kampung Rp85.000/ekor.

Kemudian telur ayam broiler Rp1.500/butir, telur ayam kampung Rp2.500/butir dan telur bebek asin Rp3.000/butir, susu kental manis Rp11.000/kaleng (397 gram), tepung terigu Rp10.000/Kg, kacang kedele lokal Rp10.000/Kg, kedele eks impor Rp12.000/kg, mentega Rp40.000/Kg.

"Apabila dibandingkan dengan harga sembako pada awal Januari 2016 seperti Daging ayam broiler itu sebelumnya Rp55.000/ekor, ada kenaikan Rp5.000. Kenaikan sebelumnya karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi," sebutnya.

Lebih lanjut Cut Teti menjelaskan, kenaikan sebagian harga sembako di pasar Meulaboh sejak memasuki awal tahun 2016, terutama adalah komoditi yang bergantung dari pasokan pasar Medan Sumatera Utara.

Momen penting kenaikan harga sembako yang menjadi catatan Pemkab Aceh Barat adalah, pascanatal dan tahun baru, memasuki musim kanduri Maulid Nabi Muhammad SAW, serta bulan puasa, lebaran Idul fitri serta Idul Adha.

Momen seperti demikian bukan hanya karena pengaruh pasar Medan sebagai pasar utama pemasok bahan baku sembako dan sayur mayur, tapi produksi lokal dari daerahpun relatif kecil masuk ke pasar sehingga tidak mampu memenuhi permintaan yang cukup tinggi.

"Kenaikan biasa terjadi kalau ada kenduri besar dan gagal panen itu yang menyebabkan, seperti ayam yang biasa Rp50 ribu bisa sampai Rp100 ribu.  Apalagi menjelang lebaran dan puasa itu sudah pasti kenaikan drastis," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026